Iran Beri Ancaman ke AS soal Proposal Perdamaian, Trump Tak Terima

AKURAT.CO SUMSEL Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas setelah pemerintah Iran melontarkan ancaman keras terkait proposal perdamaian yang diajukan kepada Washington.
Iran mendesak AS segera menerima proposal tersebut atau bersiap menghadapi konsekuensi yang lebih besar.
Salah satu negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, pada Senin (11/5/2026) menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana tertuang dalam proposal perdamaian 14 poin yang diajukan Teheran.
Dalam unggahannya di media sosial X, Ghalibaf menyebut setiap upaya selain menerima proposal itu hanya akan berakhir dengan kegagalan.
“Tidak ada alternatif lain selain menerima hak-hak rakyat Iran sebagaimana diuraikan dalam usulan 14 poin. Pendekatan lain apa pun akan sepenuhnya tidak membuahkan hasil,” tulisnya.
Ia juga memperingatkan bahwa semakin lama AS menunda keputusan, maka semakin besar dampak yang harus ditanggung rakyat Amerika, terutama para pembayar pajak.
Baca Juga: Jadwal Resmi Lebaran Idul Adha 2026 Versi Pemerintah, NU dan Muhammadiyah
Proposal perdamaian terbaru itu diketahui dikirim Iran kepada AS melalui Pakistan pada pekan lalu.
Pakistan kembali berperan sebagai mediator dalam komunikasi antara kedua negara yang selama ini tidak memiliki hubungan diplomatik langsung.
Dalam proposal tersebut, Iran mengajukan 14 tuntutan kepada Washington.
Salah satu poin utamanya adalah penghentian perang dalam waktu 30 hari. Selain itu, Iran juga meminta pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan AS terhadap Teheran.
Menurut Iran, tuntutan tersebut diajukan demi melindungi kepentingan dan masa depan rakyatnya. Karena itu, Teheran mendesak Washington segera menyetujui proposal agar konflik berkepanjangan dapat segera diakhiri.
Namun, proposal itu kembali ditolak mentah-mentah oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam pernyataannya di Truth Social, Trump menilai isi proposal Iran tidak dapat diterima.
“Proposal itu sama sekali tidak dapat diterima. Saya baru saja membaca tanggapan dari perwakilan Iran. Saya tidak menyukainya,” ujar Trump.
Sebelumnya, pada 26 April lalu, Iran juga sempat mengirim proposal perdamaian lain melalui Pakistan. Berdasarkan laporan sejumlah media internasional, proposal tersebut memuat tawaran pembukaan kembali Selat Hormuz.
Meski demikian, proposal itu juga ditolak AS karena tidak mencantumkan penghentian program senjata nuklir Iran sebagai bagian dari kesepakatan.
Di sisi lain, Amerika Serikat juga beberapa kali mengirim proposal perdamaian kepada Iran.
Washington meminta Teheran menghentikan pengembangan senjata nuklir serta menyerahkan cadangan uranium mereka sebagai syarat utama tercapainya perdamaian.
Namun, Iran menolak syarat tersebut karena menilai program nuklir mereka merupakan bagian dari hak kedaulatan negara.
Situasi saling tolak proposal ini membuat upaya perdamaian antara kedua negara berjalan alot. Ketegangan pun terus meningkat karena masing-masing pihak tetap bertahan pada tuntutannya masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








