Pakistan dan Qatar Jadi Mediator Utama Kesepakatan Damai AS-Iran

AKURAT.CO SUMSEL Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan pada pertengahan Juni 2026 tidak lepas dari peran dua negara mediator, yakni Pakistan dan Qatar.
Kedua negara tersebut disebut aktif membuka jalur komunikasi antara Washington dan Teheran hingga tercapai kesepahaman awal yang akan dituangkan dalam memorandum of understanding (MoU).
Dokumen tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada 19 Juni 2026.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menjadi salah satu pihak yang pertama menyampaikan kabar bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk menghentikan operasi militer dan membuka peluang normalisasi hubungan.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Hari Ini: Cek Peruntungan Cinta, Karier, dan Keuangan Kamu
Dalam proses diplomasi tersebut, Pakistan berperan sebagai penghubung komunikasi antara kedua pihak yang selama ini memiliki hubungan penuh ketegangan.
Islamabad juga disebut ikut memfasilitasi sejumlah pembicaraan selama konflik berlangsung.
Keterlibatan Pakistan yang cukup besar membuat sejumlah pihak menyebut kesepakatan tersebut berpotensi dikenal sebagai “Islamabad Agreement”.
Selain Pakistan, Qatar juga mengambil peran penting dalam upaya perdamaian ini.
Doha memanfaatkan hubungan diplomatiknya dengan Iran sekaligus kedekatannya sebagai mitra strategis Amerika Serikat.
Qatar dilaporkan membantu menyampaikan pesan antara kedua negara serta ikut membahas sejumlah poin utama dalam rancangan kesepakatan, termasuk pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz dan kelanjutan pembicaraan terkait program nuklir Iran.
Rancangan kesepakatan tersebut mencakup beberapa poin penting, seperti perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta dimulainya kembali dialog mengenai isu nuklir Iran.
Kesepakatan itu juga membuka peluang adanya pelonggaran sanksi terhadap Iran secara bertahap apabila Teheran menjalankan komitmen yang telah disepakati.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah tercapai dan hanya menunggu proses penandatanganan resmi.
Sementara itu, pihak Iran juga mengonfirmasi adanya pemahaman awal sebagai dasar pembahasan lanjutan.
Meski demikian, sejumlah persoalan masih harus diselesaikan, termasuk mekanisme pengurangan sanksi, pengawasan program nuklir Iran, serta pelaksanaan kesepakatan secara penuh.
Jika berjalan sesuai rencana, peran Pakistan dan Qatar dalam mempertemukan AS dan Iran dapat menjadi salah satu langkah diplomasi besar di kawasan Timur Tengah setelah bertahun-tahun terjadi ketegangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







