Ini Potensi Kecurangan yang Rentan Terjadi pada Masa Tenang

AKURAT.CO SUMSEL Masa tenang Pemilu 2024, yang mengharuskan para peserta pemilu untuk tidak melakukan kampanye, masih dinilai rentan akan adanya pelanggaran.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) telah mengungkap berbagai potensi kecurangan yang mungkin muncul selama masa tenang ini.
Salah satu potensi kecurangan adalah kegiatan kampanye yang dilakukan dalam bentuk kegiatan sosialisasi, silaturahmi, pentas seni, dan kegiatan keagamaan.
Baca Juga: Masa Tenang Pemilu 2024 Dimulai Hari Ini, Berikut Aturan yang Perlu Diketahui!
Selain itu, masih terdapat kemungkinan APK yang masih terpasang dan konten kampanye di media sosial yang belum dihapus oleh peserta pemilu.
"Kegiatan ini diatur dalam Pasal 276 ayat (1) dan ayat (2) serta Pasal 492 UU Nomor 7 Tahun 2017 Jo UU Nomor 7 Tahun 2023, serta Pasal 27 PKPU Nomor 15 Tahun 2023," ujar anggota Bawaslu Puadi, dipetik dari Akurat.co, Minggu (11/2/2024).
Ditambahkannya, media massa, baik cetak, daring, sosial, ataupun lembaga penyiaran yang juga berpotensi melakukan pelanggaran dengan menyiarkan berita, iklan, atau rekam jejak yang mengarah pada kepentingan kampanye.
Hal ini diatur dalam Pasal 287 ayat (5) UU Nomor 7 Tahun 2017 dan Pasal 54 ayat (4) PKPU Nomor 15 Tahun 2023.
Di samping itu, pengumuman hasil survei atau jajak pendapat juga bisa terjadi selama masa tenang. Regulasi terkait hal ini diatur dalam Pasal 449 ayat (2) dan Pasal 509 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017.
Selanjutnya, pada pasal 278 ayat (2), Pasal 523 ayat (2) dan Pasal 554 UU Nomor 7 Tahun 2017 juga diatur ketentuan terkait bentuk intimidasi dan kekerasan yang dapat mempengaruhi pemilih, kandidat atau penyelenggara pemilu.
Kemudian, politik uang seperti pembagian sembako, bansos, pembagian uang dengan dalil uang transportasi, menjanjikan atau memberikan imbalan uang dan/atau materi lainnya kepada pemilih.
Selanjutnya, terkait pemilih pemula yang belum melakukan perekaman dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) juga menjadi perhatian Bawaslu.
“(Hal ini diatur pada) Pasal 24 ayat (1) PKPU Nomor 25 Tahun 2023,” tutupnya.
Diketahui, masa tenang kampanye akan berlangsung mulai hari ini, Minggu (11/2/2024) hingga Selasa (13/2/2024). [ ]
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








