BMKG Sebut El Nino Menguat hingga 98 Persen, Kemarau Diprediksi Lebih Kering dan Panjang

AKURAT.CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperbarui data intensitas El Nino di Indonesia.
Menurut prediksi BMKG, peluang El Nino mencapai intensitas kuat hingga 98 persen.
Angka tersebut meningkat signifikan dibanding prediksi sebelumnya di angka 62 persen.
Baca Juga: Dari KDRT hingga TPPO, 107 Kasus Kekerasan Ditangani di Sumsel
Pembaruan ini disampaikan BMKG dalam pemutakhiran kondisi iklim Dasarian II Juni 2026 yang dirilis lewat akun Instagram resminya, Selasa (23/6/2026).
Dalam pembaruan tersebut, BMKG juga menyebut anomali suhu permukaan laut (SST) di wilayah Nino 3.4 tercatat sebesar +1,61 pada periode tersebut.
BMKG menyebut angka ini menunjukkan kondisi hangat yang telah melewati ambang batas Netral selama tujuh dasarian berturut-turut.
Baca Juga: Buronan Kasus Pembunuhan di Gandus Serahkan Diri, Polisi Ungkap Motif Dendam
Dampaknya antara lain bisa memengaruhi pola hujan, suhu udara, hingga potensi cuaca ekstrem di Indonesia.
Adapun nilai Dipole Mode Indeks (IOD) saat ini tercatat -0,298 yang menunjukkan bahwa IOD dalam fase netral.
Di sisi perkembangan musim, pemantauan BMKG terhadap 699 Zona Musim (ZOM) menunjukkan 37,6 persen wilayah Indonesia atau 263 ZOM kini mengalami musim kemarau.
Baca Juga: 20 Ribu Akun Teridentifikasi dalam Komunitas LGBT Daring, Pemprov Sumsel Perkuat Pendampingan
Sementara itu, 46,2 persen atau 323 ZOM masih berada di musim hujan, dan 16,2 persen atau 113 ZOM tergolong Tipe 1 Musim.
Berikut wilayah yang saat ini mengalami musim kemarau meliputi:
Sebagian kecil Sumatera Utara
Sebagian kecil Jambi
Sebagian kecil Banten
Sebagian kecil Kalimantan Timur
Baca Juga: Cabai Rawit Jadi Komoditas Termahal di Sumsel, Harga Capai 66 Ribu
Sebagian kecil Kalimantan Selatan
Sebagian Sulawesi Utara
Gorontalo
Sebagian Sulawesi Tengah
Sebagian Sulawesi Selatan
Baca Juga: Sumsel United Bidik Pelatih Eks Timnas untuk Liga 2, Pengumuman Dijadwalkan Juli
Sebagian Sulawesi Tenggara
Sebagian Maluku.
El Nino panjang
Fenomena El Nino diperkirakan akan bertahan hingga awal 2027.
Baca Juga: Ratu Dewa Ajak Anak Muda Tak Lupakan Akar Budaya Lewat Festival Palembang Darussalam 2026
Kemunculan fenomena ini diprakirakan akan memperparah musim kemarau di Indonesia menjadi lebih kering sekaligus lebih panjang.
"Meskipun begitu, fenomena ini hanya akan memberi dampak langsung bagi wilayah Indonesia sepanjang musim kemarau hingga Oktober 2026," kata BMKG dalam informasi yang dibagikan di Instagram beberapa waktu lalu.
Tak hanya di Indonesia, fenomena ini disebut bakal mempengaruhi pola cuaca di seluruh dunia.
Baca Juga: Baru Enam Bulan Dicicil, Motor Seorang IRT di Palembang Hilang Saat Ditinggal Bekerja
Biro cuaca Australia bahkan memperingatkan bahwa pola cuaca El Nino sudah terbentuk di area tropis di Pasifik dan dapat meningkat pada paruh kedua 2026 menjadi salah satu yang terkuat dalam tujuh dekade. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








