Sumsel

BMKG Prediksi Sebagian Indonesia Berpotensi Alami Musim Kemarau Lebih Awal, Ini Daftar Wilayahnya

Septiyanti Dwi Cahyani | 5 Maret 2026, 07:00 WIB
BMKG Prediksi Sebagian Indonesia Berpotensi Alami Musim Kemarau Lebih Awal, Ini Daftar Wilayahnya
Ilustrasi musim kemarau

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sebagian wilayah Indonesia berpotensi memasuki musim kemarau lebih awal.

Hal ini disebabkan oleh berakhirnya La Nina yang melemah pada bulan Februari dan sekarang mulai bergeser ke fase netral.

Sementara itu, untuk fase El Nino yang memicu kondisi kering, diperkirakan mulai pada pertengahan tahun.

Baca Juga: Kinerja Ekspor Sumsel Lesu di Awal 2026, Hanya Komoditas Pulp yang Bertahan Tumbuh

Daftar Wilayah yang Mengalami Musim Kemarau Lebih Awal

Menurut BMKG, ada 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah yang akan masuk musim kemarau pada April 2026.

Yaitu: pesisir utara Jawa bagian barat, sebagian besar Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Sebagian kecil Kalimantan dan Sulawesi.

Baca Juga: Sumsel Masuk 10 Besar Kasus Scam Nasional, OJK Ingatkan Kecepatan Lapor Jadi Kunci Dana Kembali

Kemudian, 184 ZOM atau 26,3% wilayah akan masuk musim kemarau pada Mei 2026 dan 163 ZOM atau 23,3% pada Juni 2026.

Berdasarkan pantauan tersebut, maka awal kemarau di 325 ZOM atau 46,5% wilayah diprediksi maju (lebih cepat dari biasanya).

Sementara, 173 ZOM atau 24,7% wilayah akan sama dari biasanya dan 72 ZOM atau 10,3% wilayah mundur dari biasanya.

Baca Juga: Waspada Tren Kasus Campak di Sumsel, Orang Tua Diminta Segera Lengkapi Vaksinasi Anak

Puncak Musim Kemarau 2026

BMKG memperkirakan puncak kemarau di sebagian besar wilayah terjadi pada Agustus 2026.

Namun, ada sebagian wilayah yang mengalami puncak kemarau pada Juli bahkan ada yang lebih panjang hingga September. Berikut rincian sebaran wilayahnya;

Baca Juga: Geram dengan Kelakuan Suami, Ibu Rumah Tangga di Palembang Lapor Polisi Usai HP dan Uang Dicuri Saat Tidur

Juli 2026: sebagian wilayah Sumatera, Kalimantan bagian tengah dan utara, sebagian kecil Jawa, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, Wilayah barat Pulau Papua.

Agustus 2026: Sumatera bagian tengah dan selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, sebagian besar Kalimantan dan Sulawesi, seluruh wilayah Bali dan Nusa Tenggara, sebagian Maluku dan Pulau Papua.

September 2026: sebagian Lampung, sebagian kecil Jawa, sebagian besar NTT, Sulawesi bagian utara dan timur, sebagian besar Maluku Utara, sebagian Maluku, sebagian kecil Pulau Papua.

Baca Juga: Rupiah Mendekati Rp17 Ribu, Konflik Geopolitik Global Ancam Ekonomi Indonesia dan Sumsel

Sifat Musim Kemarau 2026

BMKG memperkirakan sifat musim kemarau 2026 secara umum bersifat Bawah Normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM atau sekitar 64,5% wilayah.

Di sisi lain di 245 ZOM atau 35,1% bersifat normal. Sedangkan di 3 ZOM atau 0,4% wilayah yaitu Gorontalo dan Sulawesi Tenggara, berpotensi kemarau bersifat "Atas Normal" atau lebih basah.

Dengan kondisi ini, BMKG menyebut durasi musim kemarau di 57,2% wilayah Indonesia berpotensi lebih panjang dari normalnya. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.