El Nino Vs Kemarau: Perbedaan, Waktu Terjadi, hingga Dampak untuk Kesehatan

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun ini lebih kering dari biasanya dan diperparah dengan adanya fenomena El Nino.
Sejak munculnya pernyataan tersebut, El Nino dan Kemarau selalu menjadi sorotan bahkan dianggap sama karena keduanya sama-sama memicu cuaca panas dan minim hujan.
Namun secara ilmiah, El Nino dan musim kemarau memiliki perbedaan mendasar, baik dari penyebab, sifat kejadian, hingga dampaknya. Berikut pembahasannya.
Baca Juga: Uji Coba Tahap Kedua CFD Palembang Digelar Minggu Ini, Catat Rute Alternatifnya!
Kemarau Siklus Tahunan, El Nino Anomali Global
Dilansir dari akun Instagram @infobmkg, musim kemarau merupakan siklus iklim tahunan yang secara normal terjadi di Indonesia akibat pengaruh angin monsun Australia yang membawa massa udara kering.
Sedangkan El Nino merupakan fenomena anomali iklim global yang tidak terjadi setiap tahun.
Baca Juga: Ekonomi Sumsel Stabil di Kuartal I-2026, APBN Jadi Penopang Utama di Tengah Tekanan Ekspor
Fenomena ini berkaitan dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang kemudian memengaruhi sirkulasi atmosfer secara luas.
El Nino umumnya muncul setiap 3 hingga 7 tahun sekali dan berdampak ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dampak Kemarau dan El Nino
Baca Juga: Sumsel Jadi Fokus Hilirisasi Nasional, Proyek Batu Bara ke Gas Mulai Diakselerasi
Dalam kondisi normal, musim kemarau hanya menyebabkan penurunan curah hujan dalam batas wajar.
Namun, ketika El Nino terjadi bersamaan dengan kemarau, dampaknya bisa jauh lebih ekstrem.
Mulai dari penurunan curah hujan secara drastis, peningkatan suhu udara, risiko kekeringan hingga kebakaran hutan di sejumlah wilayah.
Baca Juga: Ratu Dewa Geram! Cekcok Sopir Truk–Petugas Dishub Berujung Inspeksi dan Ancaman Pemecatan
Selain itu, kualitas udara juga berpotensi memburuk dan dapat berdampak pada kesehatan masyarakat.
Kapan El Nino dan Kemarau 2026 Dimulai?
BMKG memproyeksikan kondisi El Nino-Southern Oscillation (ENSO) yang saat ini masih netral akan berkembang menjadi El Nino dengan intensitas moderat hingga kuat pada periode Mei hingga Juli 2026.
Baca Juga: Terjebak di Kamboja, 6 Warga Muratara Minta Dipulangkan: Terbentur Biaya dan Ancaman Overstay
Di saat yang sama, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) positif juga diprediksi mulai terbentuk pada Mei 2026 dan berlanjut hingga semester kedua tahun ini.
Kombinasi kedua fenomena ini berpotensi memperkuat kondisi kering di Indonesia.
Sementara itu , puncak musim kemarau tahun ini diprediksi databg pada Agustus 2026, dengan intensitas El Nino diprediksi semakin menguat pada Juli hingga September 2026.
Baca Juga: Terekam CCTV, Remaja di Jakabaring Diciduk Usai Gasak Kantong Plastik Senilai Rp9 Juta
Kondisi ini berisiko memicu kemarau ekstrem dengan curah hujan sangat rendah dan suhu udara yang lebih panas dari biasanya.
Dampak Terhadap Kesehatan
Pemerintah daerah mulai mengantisipasi dampak kesehatan akibat cuaca panas ekstrem.
Baca Juga: Gara-gara Pesan WhatsApp 'Tak Enak', IRT di Gandus Polisikan Mantan Suami
Paparan panas berlebih dapat memicu dehidrasi, heatstroke, hingga memperburuk penyakit kronis seperti gangguan jantung dan paru.
Selain itu, kemarau panjang juga berpotensi memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Masyarakat pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dan kering yang diprediksi terjadi tahun ini.
Langkah pencegahan yang disarankan antara lain memperbanyak konsumsi air, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengaplikasikan tabir surya saat beraktivitas di luar ruangan. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








