Sumsel

PDRB Sumsel Melejit pada Triwulan II 2026, Tambang dan Industri Jadi Penopang

Kurnia | 17 Agustus 2026, 22:00 WIB
PDRB Sumsel Melejit pada Triwulan II 2026, Tambang dan Industri Jadi Penopang
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Perekonomian Sumatera Selatan menunjukkan peningkatan pada Triwulan II 2026.

Berdasarkan data Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku, nilai ekonomi Sumsel mencapai Rp199,05 triliun, naik dibandingkan Triwulan I 2026 yang sebesar Rp185,12 triliun.

Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi Sumsel terus bergerak di berbagai sektor. Jika dihitung berdasarkan PDRB tanpa migas, nilainya juga meningkat dari Rp169,01 triliun pada Triwulan I menjadi Rp181,80 triliun pada Triwulan II 2026.

Sektor pertambangan dan penggalian menjadi penyumbang terbesar PDRB Sumsel pada periode tersebut. Nilainya mencapai Rp47,48 triliun, meningkat dari Rp39,95 triliun pada Triwulan I.

Sektor pertambangan menjadi salah satu penopang utama struktur ekonomi Sumsel, terutama karena wilayah ini memiliki berbagai komoditas sumber daya alam.

Pertanian dan Industri Ikut Menguat

Selain pertambangan, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan juga memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian Sumsel.

Pada Triwulan II 2026, sektor tersebut mencatat nilai PDRB sebesar Rp27,44 triliun, naik dari Rp26,24 triliun pada Triwulan I.

Sementara itu, industri pengolahan mencapai Rp36,94 triliun, meningkat dibandingkan Rp35,30 triliun pada triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Isu Tawuran Pelajar Beredar di WhatsApp, Kapolrestabes Palembang Siapkan Pengamanan Sekolah

Sektor perdagangan besar dan eceran serta reparasi mobil dan sepeda motor juga mengalami peningkatan. Nilainya mencapai Rp28,75 triliun pada Triwulan II, dari sebelumnya Rp27,64 triliun.

Konstruksi turut mencatat pertumbuhan nilai ekonomi, dari Rp20,15 triliun menjadi Rp21,71 triliun.

Hampir Semua Sektor Mengalami Kenaikan

Kenaikan PDRB juga terlihat pada sejumlah sektor jasa dan aktivitas ekonomi lainnya.

Transportasi dan pergudangan meningkat dari Rp4,66 triliun menjadi Rp4,78 triliun. Sektor penyediaan akomodasi dan makan minum naik dari Rp3,93 triliun menjadi Rp4,18 triliun.

Real estate juga meningkat dari Rp5,80 triliun menjadi Rp5,89 triliun. Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib naik dari Rp4,65 triliun menjadi Rp5,09 triliun.

Jasa kesehatan dan kegiatan sosial juga meningkat dari Rp1,15 triliun menjadi Rp1,20 triliun. Sementara jasa lainnya naik dari Rp1,26 triliun menjadi Rp1,31 triliun.

Meski demikian, terdapat beberapa sektor yang mengalami penurunan nilai PDRB. Informasi dan komunikasi turun dari Rp5,72 triliun menjadi Rp5,65 triliun.

Jasa keuangan dan asuransi juga turun tipis dari Rp3,99 triliun menjadi Rp3,97 triliun. Sektor jasa pendidikan turun dari Rp4,05 triliun menjadi Rp4,01 triliun.

Secara keseluruhan, kenaikan nilai PDRB dari Rp185,12 triliun menjadi Rp199,05 triliun menunjukkan semakin besarnya aktivitas ekonomi Sumatera Selatan pada Triwulan II 2026.

Sektor pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, pertanian dan konstruksi menjadi kelompok usaha dengan nilai ekonomi terbesar dan tetap menjadi penopang penting perekonomian daerah.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia