Sumsel
HL Sumsel

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli 2026, Ini Sebaran Wilayahnya

Septiyanti Dwi Cahyani | 11 Juni 2026, 16:32 WIB
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Terjadi Juli 2026, Ini Sebaran Wilayahnya
Ilustrasi musim kemarau.

AKURAT. CO SUMSEL - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia terjadi pada Juli–September 2026.

Kondisi ini harus mulai diantisipasi oleh seluruh lapisan masyarakat untuk memastikan ketersediaan air, kondisi kesehatan, serta kebutuhan multisektor yang terdampak dapat terkendali.

Adapun puncak musim kemarau tidak akan terjadi serentak di seluruh Indonesia, melainkan berbeda setiap wilayahnya.

Baca Juga: BPBD Sumsel Salurkan Bantuan Gubernur untuk Korban Kebakaran Plaju

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, memaparkan, puncak kemarau pada Juli mencakup 83 Zona Musim (ZOM) atau 12,26 persen luas daratan Indonesia.

Sedangkan, puncak kemarau terjadi di 369 ZOM (48,84 persen luas daratan) pada Agustus dan 169 ZOM (25,41 persen luas daratan) pada September.

Dalam konferensi pers yang digelar di Gedung MHEWS BMKG, Faisal juga menyebutkan sebaran wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Juli-September 2026, berikut rinciannya.

Baca Juga: Sempat Buron, Pelaku Jambret Mahasiswi di Jalan HA Bastari Ditangkap

Wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau Juli 2026 meliputi:

  • Sebagian Sumatra

  • Sebagian kecil Kalimantan dan Jawa

  • Nusa Tenggara Timur bagian selatan

  • Sulawesi Barat bagian utara

  • Sulawesi Tengah bagian barat

  • Sebagian kecil Maluku

  • Papua Barat Daya bagian selatan

  • Papua Barat bagian Tengah, dan Papua bagian timur.

Baca Juga: Lindungi Guru dari Konflik dan Jerat Hukum, Ratu Dewa Percepat Pembentukan Satgas di Palembang

Wilayah diprediksi mengalami puncak kemarau Agustus 2026:

  • Sumatra bagian tengah

  • Sebagian besar Jawa

  • Bali

  • Nusa Tenggara Barat

  • Sebagian Nusa Tenggara Timur

  • Sebagian besar Kalimantan

  • Sebagian Sulawesi

  • Sebagian Maluku dan Maluku Utara

  • Serta sebagian besar Pulau Papua.

Baca Juga: Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis di TV Biasa, Cukup Pakai Alat Ini

Wilayah diprediksi mengalami puncak musim kemarau September 2026

  • Kepulauan Bangka Belitung

  • Sebagian besar Sumatra Selatan

  • Lampung

  • Sebagian kecil Jawa

  • Sebagian besar Nusa Tenggara Timur

  • Kalimantan bagian selatan

  • Sebagian besar Sulawesi

  • Sebagian besar Maluku Utara

  • Sebagian Maluku

  • Papua Pegunungan bagian tengah.

Baca Juga: Sempat Disebut Kena Serangan Jantung, Haji Bolot Masih Dirawat di RS

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menambahkan, berdasarkan pemantauan BMKG hingga akhir Mei 2026, sebanyak 200 ZOM (11,83 persen luas daratan) sudah memasuki musim kemarau.

Wilayah yang telah mengalami kemarau di antaranya sebagian Sumatra, sebagian Jawa, sebagian besar Nusa Tenggara, Kalimantan Tengah bagian timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, dan sebagian Papua.

Lebih lanjut, 198 ZOM (31,60 persen luas daratan) wilayah diprediksi mengalami kemarau pada Juni, meliputi, sebagian besar Sumatra, Kalimantan Barat, sebagian besar Banten, DKI Jakarta bagian selatan, Jawa Tengah bagian tengah dan barat, sebagian kecil Jawa Timur, Kalimantan Barat bagian selatan, sebagian besar Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan bagian tengah, sebagian besar Kalimantan Timur, sebagian Sulawesi, sebagian Maluku, sebagian Papua Barat, dan Papua bagian timur.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.