Serba Serbi Buku Jokowis White Paper: Bakal Dijual di 25 Negara, Batal Rilis di UGM

AKURAT. CO SUMSEL - Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga, Roy Suryo baru saja merilis buku terbaruny.
Buku tersebut diberi judul Jokowis White Paper.
Buku setebal 700 halaman itu ditulis Roy Suryo bersama dua rekannya, Dokter Tifa dan juga Rismon Hasiholan Sianipar.
Baca Juga: Tergiur Bisnis Online di eBay, Pria Palembang Rugi Rp27 Juta
Berikut fakta-fakta yang perlu diketahui soal buku Jokowis White Paper karya Roy Suryo Cs.
Isi Buku
Secara keseluruhan, buku tersebut berisikan berbagai kejanggalan status mantan Presiden Joko Widodo sebagai lulusan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.
Baca Juga: Remaja 17 Tahun Hamil 9 Bulan, Orang Tua Lapor Polisi usai Pacar Kabur dan Tak Bertanggung Jawab
Roy Suryo menguraikan buku yang dirilis pada Senin (18/8/2025) ini mendokumentasikan perjalanannya bersama Dr Tifa dan Rismon dalam perjalanan mengungkap kejanggalan kasus dugaan ijazah palsu Jokowi.
Ia juga menegaskan buku yang diberi judul Jokowis White Paper ini secara umum berisi analisis yang mengantarkan pembaca pada kesimpulan bahwa skripsi Jokowi 99 persen palsu.
Sementara itu, terkait penamaan Jokowis White Paper, Roy menambahkan, merupakan upaya mereka untuk membersihkan nama baik kampus UGM yang juga menjadi almamete Roy Suryo CS.
Baca Juga: Hujan Guyur Palembang di Musim Kemarau, BMKG Sumsel: Masih Kemarau, Puncak Hujan Baru Oktober
Batal Rilis di UGM
Sebelumnya, soft launching buku Jokowis White Paper ini dijadwalkan digelar di Ruang Nusantara Gedung University Club (UC) UGM.
Namun, pihak UGM membatalkan beberapa jam sebelum konferensi dimulai. Acara perilisan buku pun akhirnya digelar di area Cafe UC UGM.
Baca Juga: Erupsi Gunung Dempo Lebih Tinggi, Tim Penyelamat Buru Pendaki yang Masih di Puncak
Terkait pembatalan, juru bicara UGM I Made Andi Arsana menyebut ada dua alasan yang bersifat prosedural dan politis.
Dijual di 25 Negara
Dr Tifa mengatakan, buku setebal 700 halaman itu tak hanya diterbitkan di dalam negeri saja, tetapi juga mancanegara bahkan telah beredar dengan cepat hingga ke 25 negara.
Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Tak Bergerak Sejak Akhir Pekan, Berikut Rincian Harganya
Adapun dari segi harga, buku tersebut dijual paling murah Rp250 ribu dan paling mahal Rp500 ribu.
Perbedaannya terletak pada kertas yang digunakan yakni antatara kertas hitam putih biasa dan kertas premium.
Tanggapan Projo
Baca Juga: Opel Rilis Grandland Electric AWD, SUV Listrik Bertenaga 325 HP dengan Jarak Tempuh Hingga 501 Km
Sementara itu, wakil ketua umum relawan Pro-Jokowi (Projo), Freddy Damanik turut memberikan tanggapan terkait perilisan buku karya Roy Suryo Cs.
Freddy mengaku pihaknya tidak keberatan atas peluncuran buku yang mengulas soal hasil penelitian terkait ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tersebut.
Namun, dia berharap konten dalam buku tersebut tidak berisi fitnah terhadap Jokowi.
Menurutnya, jika ternyata isi dari buku tersebut mengandung fitnah, maka Roy Suryo cs justru bisa diproses hukum.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 3Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 4Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 55 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 6Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem








