Sumsel

Perang Iran As Tak Kunjung Usai, Harga Minyak Dunia Catat Lonjakan 40 Persen Tahun Ini

Septiyanti Dwi Cahyani | 14 Agustus 2026, 11:34 WIB
Perang Iran As Tak Kunjung Usai, Harga Minyak Dunia Catat Lonjakan 40 Persen Tahun Ini

AKURAT.CO SUMSEL - Rentetan serangan terhadap kapal tanker dan infrastruktur energi di Timur Tengah terpantau telah membuat harga minyak dunia melonjak hingga lebih dari 40 persen sejak awal tahun.

Berulang kali kesepakatan damai di antara Amerika Vs Iran gagal terwujud dan berakhir dengan eskalasi militer yang lebih besar.

Terbaru, Iran disebut tengah membuat kesepakatan dengan Oman terkait Selat Hormuz.

Baca Juga: Ketua MPR Soroti Tata Kelola MBG dan Kopdes Merah Putih: Jangan Sekadar Program

Namun, proses diplomasi tersebut sejauh ini juga belum membuahkan kesepakatan untuk mengamankan kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz.

Tingginya ancaman keamanan terbukti dari laporan Abu Dhabi National Oil Co. (ADNOC) yang menyebut dua kapal tanker milik perusahaan kembali diserang pada Kamis (13/2026) malam.

Pada saat bersamaan, kelompok Houthi di Laut Merah mengklaim telah menargetkan kilang Jazan berkapasitas 400 ribu barel per hari milik Saudi Aramco, yang berakibat pada tertundanya rencana pengoperasian kembali fasilitas vital tersebut.

Baca Juga: Jokowi, JK, Boediono, Ma’ruf Amin hingga Para Ketum Parpol Hadiri Sidang Tahunan MPR

Hingga Jumat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di kisaran USD81 per barel setelah terkikis 2,4% pada sesi sebelumnya.

Sementara minyak mentah Brent ditutup pada level USD87 per barel. Meski mengalami pelemahan harian, kedua jenis minyak kontrak utama tersebut berada di jalur kenaikan mingguan dan mempertahankan tren penguatan signifikan sepanjang tahun 2026.

Badan Energi Internasional (International Energy Agency/IEA) memperingatkan bahwa tekanan terhadap pasokan minyak global diperkirakan semakin mengetat pada kuartal ini.

Baca Juga: Harga iPhone 18, iPhone 18 Pro dan 18 Pro Max Diprediksi Naik 100 Dolar AS pada September 2026

Prospek pengetatan pasokan tersebut menempatkan dinamika keamanan di Selat Hormuz serta kawasan Timur Tengah sebagai fokus utama yang terus membayangi pergerakan harga pasar energi dunia. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.