Iran Respons Positif Permintaan Pemerintah Indonesia, Dua Kapal Tanker RI Segera Keluar dari Selat Hormuz

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan Timur Tengah masih tak bisa diprediksi kapan akan menemui titik akhir.
Sementara masih ada banyak kapal tanker dari berbagai belahan dunia terjebak di Selat Hormuz.
Tak terkecuali, kapal tanker milik Pertamina dari Indonesia.
Baca Juga: 14 WNI Asal Sumsel di Kamboja Dipulangkan 29 Maret, Pemprov Siapkan Pendampingan Hingga ke Daerah
Namun, kabar terbaru menunjukkan adanya sinyal lampu hijau dari Iran agar kapal tanker RI dapat segera melintasi Selat Hormuz.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Iran telah merespons positif permintaan pemerintah Indonesia agar dua kapal tanker Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sejak awal telah melakukan koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Iran untuk keselamatan kapal tanker tersebut.
Baca Juga: ASN Sumsel Diingatkan Masuk Kerja Tepat Waktu, Telat TPP Dipotong
Dalam perkembangannya, kata Nabyl, terdapat respon positif dari Iran.
Kendati masih belum ada rincian kapan waktu pasti kapal tanker RI bisa keluar dari Selat Hormuz, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operasional.
Sebelumnya pada 4 Maret lalu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
Baca Juga: Sumsel United Bidik Poin di Kandang Lawan, Kemaluddin: Kunci Ada di Kekompakan Tim
Namun demikian, Bahlil memastikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif pengadaan energi ke negara lain.
Sementara itu, Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto pada 6 Maret mengatakan bahwa pemerintah RI terus meningkatkan upaya koordinasi dan komunikasi dengan pemerintah Iran untuk menjamin keselamatan dua kapal tanker Pertamina tersebut.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” untuk melintasi Selat Hormuz, sedangkan kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, dan “negara agresor” tetap dilarang lewat.
Baca Juga: Pelaku Penusukan di Darma Agung Menyerahkan Diri, Polisi Dalami Kasus
Negara-negara "sahabat" yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teheran itu antara lain China, Rusia, India, Pakistan, Irak, serta Malaysia.
Adapun berdasarkan data pelacak kapal real-time MarineTraffic pada periode 20 hingga 22 Maret, sekitar 1.900 kapal tidak dapat bergerak di sekitar Selat Hormuz. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









