Sumsel

Iran Pilih Perang hingga Trump Lengser, Tak Akan Buka Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Semua Tuntutan

Septiyanti Dwi Cahyani | 13 Agustus 2026, 16:27 WIB
Iran Pilih Perang hingga Trump Lengser, Tak Akan Buka Selat Hormuz Sampai AS Penuhi Semua Tuntutan
Iran Ubah Taktik Serangan, Stok Rudal Patriot AS Menipis: 65 Persen Interceptor Sudah Terpakai - JPost/Reuters

AKURAT. CO SUMSEL - Kata damai antara Iran dengan Amerika Serikat nampaknya masih jauh.

Seorang penasihat Komandan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu (12/8/2026) mengatakan bahwa Teheran bisa memperpanjang perang dengan AS hingga Presiden Amerika, Donald Trump lengser dari kepemimpinannya.

Pernyataan itu disampaikan saat perundingan damai antara AS dan Iran masih menemui sejumlah kebuntuan meski Pakistan yang bertindak sebagai mediator sempat mengumumkan perpanjangan gencatan senjata pada Rabu (12/8/2026).

Baca Juga: Parkir di Area Umum, Motor Buruh Harian di Kertapati Palembang Raib Dicuri

Teheran bahkan menolak klaim tersebut dan mengaku akan terus menutup Selat Hormuz hingga semua tuntutannya dipenuhi oleh AS.

Di sisi lain, pihak AS juga sempat menyebut pihaknya kini telah menguasai Selat Hormuz sepenuhnya.

Menurut Donald Trump, Angkatan Laut AS kini memiliki kendali penuh atas jalur pelayaran minyak dunia tersebut.

Baca Juga: Karhutla Meningkat, Herman Deru Dorong Salat Istisqa Sambil Perkuat Pemadaman

Trump pun menggambarkan posisi AS sebagai "tembok baja", semua ranjau yang dipasang Iran secara sporadis sudah dihilangkan.

Iran Klaim Kemenangan

Selain keinginan melanjutkan perang, pihak Iran juga mengklaim kemenangan atas peperangan ini.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Naik Lagi, Hari Ini Tembus Rp14,6 Juta per Suku

Seorang penasihat IRGC, Mohammad Reza Naqdi dalam sebuah wawancara kepada PBS menyampaikan bahwa Iran telah mencapai kemenangan karena berhasil mengendalikan situasi.

Karena itu, menurutnya, Trump bahkan berkali-kali mengganti strategi untuk membuat Iran menyerah.

Naqdi juga mengatakan bahwa militer AS, katanya, tidak jauh lebih kuat dari yang diduga.

Baca Juga: Karhutla Sumsel Naik 1.261 Hektare dalam Sebulan, OKU Tertinggi

Ia bahkan mengaku bahwa Iran telah mempelajari banyak hal selama perang berkecamuk sejak 28 Februari lalu.

Semakin lama perang berlangsung, semakin banyak pengalaman yang akan didapat pihak Iran. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.