Iran Ajukan 6 Syarat Terhadap AS Sebelum Selat Hormuz Dibuka

AKURAT.CO SUMSEL - Blokade Selat Hormuz sepertinya masih akan terus berlanjut.
Laporan terbaru menyebutkan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) belum akan membuka Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan.
Salah satunya berkaitan dengan pembayaran kompensasi atas kerusakan infrastruktur milik Iran akibat perang.
Baca Juga: Tarif Listrik PLN Terbaru, Berlaku 10-16 Agustus 2026
Blokade Iran terhadap jalur pelayaran energi penting itu telah mengganggu pasar dan mendorong kenaikan harga.
Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu (9/8/2026) bahwa ia bersikap tenang dalam menghadapi Teheran.
Iran tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang berakhir.
Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Presiden Prabowo
Teheran juga berencana memungut biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.
6 Syarat Pembukaan Selat Hormuz
Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Sabtu (8/8/2026). Daftar tuntutan tersebut di antaranya:
Baca Juga: Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP
1.Amerika Serikat tidak boleh lagi mengancam Iran dengan cara atau bahasa apa pun serta tidak boleh menghina hal-hal yang dianggap suci oleh rakyat Iran.
2. Amerika harus mengakhiri secara permanen perang dan agresi terhadap Iran serta sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.
3. Amerika harus mencabut blokade laut dan menarik pasukan militernya, baik angkatan laut maupun angkatan udara, dari sekitar Iran.
Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Naik Lagi, Tembus Rp3.891 per Kg pada Awal Agustus
4. Amerika harus membayar sepenuhnya kerugian akibat dua perang agresi dan perang yang dipaksakan terhadap Iran.
5. Amerika harus mencabut sanksi yang disebut Iran tidak adil dan ilegal terhadap rakyat Iran.
6. Amerika harus membebaskan tanpa syarat aset-aset rakyat Iran yang diblokir dan disebut telah dirampas.
Baca Juga: Waspada Asap Karhutla, BPBD Sumsel Bakal Rekomendasikan Sekolah Diliburkan
Syarat itu mempertegas ketentuan dalam perjanjian yang tercapai pada Juni lalu.
Kesepakatan tersebut mencakup rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk Iran.
Garda Revolusi Iran kemudian menegaskan kembali sikapnya pada Minggu (9/8/2026).
Baca Juga: Kejari Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Lampu Jalan, 2 Anggota DPRD Paelmbang Diperiksa
Mereka menyatakan akan mempertahankan blokade Selat Hormuz hingga seluruh tuntutan Iran terpenuhi.
Di tengah kebuntuan tersebut, muncul laporan bahwa Trump secara pribadi telah mempertimbangkan kemungkinan mengakhiri perang dengan Iran tanpa terlebih dahulu mencapai kesepakatan mengenai program nuklir.
Pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Trump berpandangan setelah Selat Hormuz kembali terbuka, Amerika Serikat dapat memantau aktivitas nuklir Iran dari jarak jauh dan mengambil tindakan jika diperlukan.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








