Sumsel

Iran Ajukan 6 Syarat Terhadap AS Sebelum Selat Hormuz Dibuka

Septiyanti Dwi Cahyani | 11 Agustus 2026, 09:24 WIB
Iran Ajukan 6 Syarat Terhadap AS Sebelum Selat Hormuz Dibuka
Ilustrasi Selat Hormuz - Yenisafak

AKURAT.CO SUMSEL - Blokade Selat Hormuz sepertinya masih akan terus berlanjut.

Laporan terbaru menyebutkan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) belum akan membuka Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi sejumlah tuntutan.

Salah satunya berkaitan dengan pembayaran kompensasi atas kerusakan infrastruktur milik Iran akibat perang.

Baca Juga: Tarif Listrik PLN Terbaru, Berlaku 10-16 Agustus 2026

Blokade Iran terhadap jalur pelayaran energi penting itu telah mengganggu pasar dan mendorong kenaikan harga.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Minggu (9/8/2026) bahwa ia bersikap tenang dalam menghadapi Teheran.

Iran tetap ingin mempertahankan kendali atas Selat Hormuz setelah perang berakhir.

Baca Juga: Profil dan Jejak Karier Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI Usulan Presiden Prabowo

Teheran juga berencana memungut biaya bagi kapal yang melintas di jalur tersebut.

6 Syarat Pembukaan Selat Hormuz

Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan bahwa Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran telah menetapkan sejumlah syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz pada Sabtu (8/8/2026). Daftar tuntutan tersebut di antaranya:

Baca Juga: Bansos PKH BPNT Agustus 2026 Cair, Cek Nama Penerima Pakai NIK KTP

1.Amerika Serikat tidak boleh lagi mengancam Iran dengan cara atau bahasa apa pun serta tidak boleh menghina hal-hal yang dianggap suci oleh rakyat Iran.

2. Amerika harus mengakhiri secara permanen perang dan agresi terhadap Iran serta sekutu Iran di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak.

3. Amerika harus mencabut blokade laut dan menarik pasukan militernya, baik angkatan laut maupun angkatan udara, dari sekitar Iran.

Baca Juga: Harga TBS Sawit Sumsel Naik Lagi, Tembus Rp3.891 per Kg pada Awal Agustus

4. Amerika harus membayar sepenuhnya kerugian akibat dua perang agresi dan perang yang dipaksakan terhadap Iran.

5. Amerika harus mencabut sanksi yang disebut Iran tidak adil dan ilegal terhadap rakyat Iran.

6. Amerika harus membebaskan tanpa syarat aset-aset rakyat Iran yang diblokir dan disebut telah dirampas.

Baca Juga: Waspada Asap Karhutla, BPBD Sumsel Bakal Rekomendasikan Sekolah Diliburkan

Syarat itu mempertegas ketentuan dalam perjanjian yang tercapai pada Juni lalu.

Kesepakatan tersebut mencakup rencana pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar untuk Iran.

Garda Revolusi Iran kemudian menegaskan kembali sikapnya pada Minggu (9/8/2026).

Baca Juga: Kejari Bongkar Dugaan Penyimpangan Proyek Lampu Jalan, 2 Anggota DPRD Paelmbang Diperiksa

Mereka menyatakan akan mempertahankan blokade Selat Hormuz hingga seluruh tuntutan Iran terpenuhi.

Di tengah kebuntuan tersebut, muncul laporan bahwa Trump secara pribadi telah mempertimbangkan kemungkinan mengakhiri perang dengan Iran tanpa terlebih dahulu mencapai kesepakatan mengenai program nuklir.

Pejabat Amerika Serikat mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa Trump berpandangan setelah Selat Hormuz kembali terbuka, Amerika Serikat dapat memantau aktivitas nuklir Iran dari jarak jauh dan mengambil tindakan jika diperlukan.(*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.