Sumsel

Iran Pamer Bangkai Jet Tempur AS hingga Drone Israel, Jenderal Amerika Diam-diam Cari Jalan Keluar Perang

Septiyanti Dwi Cahyani | 10 Agustus 2026, 07:00 WIB
Iran Pamer Bangkai Jet Tempur AS hingga Drone Israel, Jenderal Amerika Diam-diam Cari Jalan Keluar Perang
Bangkai pesawat jet tempur F-15E milik AS - tasnimnews.ir

AKURAT. CO SUMSEL - Pemerintah Iran baru-baru ini memamerkan sejumlah 'trofi perang' kepada dunia.

Di antaranya ada bangkai jet tempur F-15E Strike Eagle Amerika Serikat (AS), Drone Hermes 900 Israel dan MQ-9 Reaper Amerika dalam kondisi nyaris utuh.

Pamer hasil buruan persenjataan musuh ini dilakukan Teheran ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump sedang mempertimbangkan langkah perang berikutnya.

Baca Juga: Lama Menginap Wisatawan Asing di Hotel Berbintang Sumsel Capai 2,75 Hari

Seperti diketahui, AS yang bekerja sama denga Israel telah melancarkan “Operation Epic Fury” terhadap Iran sejak 28 Februari 2026.

Tujuan dari operasi tersebut tak lain adalah untuk melumpuhkan kepemimpinan rezim Iran sekaligus menghancurkan kemampuan militernya.

Namun, enam bula kemudian, media pemerintah Iran justru menerbitkan gambar yang menampilkan bangkai sejumlah pesawat AS dan Israel yang diklaim telah dijatuhkan Iran selama 40 hari peperangan berlangsung.

Baca Juga: PDRB Sumsel Tumbuh 5,20 Persen, Konstruksi dan Perdagangan Jadi Penggerak Ekonomi

Salah satunya adalah puing-puing F-15E Strike Eagle dengan call sign DUDE 44.

Ini adalah jet tempur Angkatan Udara AS (USAF) yang kini diidentifikasi sebagai pesawat dengan nomor 00-3000.

Selain itu, ada juga MQ-9 Reaper milik AS dan Hermes 900 buatan perusahaan Israel Elbit Systems dengan nomor seri 923.

Baca Juga: 12 Event di Palembang Agustus 2026, Ada Festival Perahu Bidar dan Pesta Panjat Pinang

Otoritas Iran menyatakan MQ-9 Reaper berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, sementara Hermes 900 dijatuhkan melalui peperangan elektronik.

Iran mengeklaim berhasil menjatuhkan sedikitnya 24 MQ-9 Reaper hingga dimulainya gencatan senjata.

Jumlah tersebut disebut setara dengan 57% dari seluruh kerugian USAF dalam perang.

Baca Juga: DP 1 Persen hingga Tenor 30 Tahun, Ini Tawaran Danantara Housing Expo 2026

Beberapa drone kelas tersebut juga dilaporkan kembali jatuh dalam pertukaran permusuhan yang berlangsung secara sporadis setelah gencatan senjata.

Berdasarkan klaim pejabat AS pada awal Juli, total kehilangan MQ-9 Reaper mencapai sekitar 30 unit.

Di sisi lain, jenderal tertinggi Amerika, John Daniel Caine (Dan Caine) justru dilaporkan diam-diam sedang mencari jalan keluar dari konflik yang telah berlangsung hampir enam bulan.

Baca Juga: Embarkasi Palembang Catat Kepuasan Jemaah 86,65, Tertinggi Ketiga Nasional

Jenderal Caine, yang menjabat sebagai Ketua Kepala Staf Gabungan AS dilaporkan telah menyampaikan kepada sejumlah penasihat utama Trump bahwa Washington perlu menemukan “off-ramp” atau jalan keluar dari perang Iran.

Menurut tiga sumber yang mengetahui pembicaraan tersebut, Caine dalam beberapa pekan terakhir telah membahas kekhawatirannya mengenai opsi militer AS dengan sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump.

Di antara mereka adalah Direktur CIA John Ratcliffe, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Wakil Presiden JD Vance.

Baca Juga: Api Belum Padam, Karhutla Bakar Lahan Gambut di OKI hingga Banyuasin

Caine bahkan melakukan pembicaraan khusus dengan sejumlah penasihat Trump yang memiliki pandangan serupa.

Tujuannya untuk memastikan berbagai lembaga pemerintah memiliki pemahaman yang sama sebelum mereka menghadapi Trump dalam pertemuan mengenai perang Iran.

Pesan yang ingin disampaikan Caine cukup jelas, yakni pilihan militer AS memiliki batas dan setiap eskalasi membawa konsekuensi yang sulit diprediksi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.