Sumsel

Trump Murka Iran Bantah Kesepakatan Damai, Teheran Sebut Tak Ingin Perang Meluas

Septiyanti Dwi Cahyani | 5 Agustus 2026, 09:00 WIB
Trump Murka Iran Bantah Kesepakatan Damai, Teheran Sebut Tak Ingin Perang Meluas
Presiden AS Donald Trump.

AKURAT. CO SUMSEL - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menunjukkan kemarahan terhadap Iran yang membantah sedang bernegoisasi dengan AS.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Trump disebut telah membatalkan serangan terhadap Iran pekan lalu.

Ia mengungkap adanya permintaan penundaan serangan karena adanya batasan kesepakatan yang telah disetujui.

Baca Juga: Daftar Negara yang Bisa Menyaksikan Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Indonesia Termasuk?

Kesepakatan tersebut berkaitan dengan pembukaan Selat Hormuz dan akhir dari ancaman senjata nuklir.

Namun, Iran menganggap pernyataan Trump tersebut sebagai klaim sepihak.

Iran juga membantah adanya permintaan penghentian rencana serangan AS tersebut, Trump pun murka atas pernyataan Iran tersebut dan memberikan ultimatum. Berikut rangkuman update terbaru perang Iran AS:

Baca Juga: Cara Usul Jadi Penerima PIP 2026 Lengkap dengan Syarat dan Besaran Bantuan yang Diterima

1. Trump kepada Iran: Kesepakatan atau Penyerahan Total

Presiden Amerika Donald Trump murka usai Iran membantah sedang bernegoisasi dengan AS.

Trump juga mengancam Iran dan memberi pilihan antara kesepakatan atau menyerah.

AFP dan Al Jazeera melaporkan, dalam unggahan di media sosial Truth pada Senin (3/8/2026), Trump dengan penuh amarah, mengatakan bahwa blokade militer AS akan berlanjut hingga ada "Kesepakatan, atau penyerahan total".

Baca Juga: Gelombang PHK Belum Reda, 1.400 Pekerja di Sumsel Terdampak Sepanjang 2026

Presiden AS itu mengkritik Iran karena tidak menyetujui "diskusi apa pun".

Dia murka sebab Iran hanya berurusan dengan Oman.

2. Iran Bantah soal Negosiasi

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan bahwa pihaknya saat ini tidak sedang mengadakan negosiasi dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Program Health Tourism Sumsel Mulai Berbuah Hasil, Warga Batal Berobat ke Malaysia dan Pilih MCU di Palembang

Iran mengatakan pihaknya sedang bernegosiasi dengan Oman mengenai rute aman sementara melintasi Selat Hormuz.

Lebih lanjut, Iran menambahkan bahwa mencapai kesepakatan dengan Oman tidak cukup untuk membuka kembali selat tersebut, karena situasinya akan tetap tidak berubah selama "agresi" AS berlanjut.

3. Trump Ultimatum Iran sebelum 'Pemenggalan'

Trump mengatakan ingin memberikan kesempatan terakhir kepada Iran, sebelum melakukan apa yang disebutnya sebagai "pemenggalan".

Baca Juga: PSEL Palembang Hampir Beroperasi, Pemkot Siapkan TPA Karya Jaya Tampung 1.000 Ton Sampah per Hari

Trump pun kembali mengklaim negosiasi sedang "berlangsung", meskipun telah dibantah oleh Teheran.

Hal itu disampaikan Trump saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih pada Senin (3/8/2026) waktu setempat.

Lebih lanjut, Trump kembali menegaskan bahwa negosiasi antara AS dan Iran "sedang berlangsung saat ini".

Baca Juga: Musim Kemarau dan Asap Karhutla Mengintai, Dinkes Sumsel Ingatkan Warga Waspadai Lonjakan ISPA

Dia menambahkan bahwa Teheran memang suka menyangkal jika sedang terlibat dalam negosiasi dengan Washington.

Trump menjelaskan, perundingan nantinya akan berlangsung dalam dua tahap.

Tahap pertama berfokus pada pembukaan kembali Selat Hormuz dan tahap kedua membahas kemampuan nuklir Iran.

Baca Juga: BPBD Sumsel Catat 781 Karhutla Sepanjang 2026, Warga Diminta Waspada di Puncak Musim Kemarau

4. Iran Tak Ingin Perang Meluas

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan Teheran akan mempertahankan wilayahnya.

Namun, Pezeshkian juga menegaskan bahwa Iran tidak berniat melanjutkan atau memperluas perang.

"Kami akan mempertahankan perbatasan kami, namun kami tidak berniat memperluas perang ataupun melanjutkannya," tegas Presiden Iran dikutip dari Iran Internasional Rabu (5/8/2026). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.