Bantah Donald Trump, Menlu Iran Aragachi Sebut Tak Ada Negoisasi Akhiri Perang dengan AS

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan di Timur Tengah masih memanas.
Teranyar, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pemerintah negaranya saat ini tidak sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut.
Pernyataan tersebut menjawab sekaligus membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut ada perbincangan antara AS dengan Iran untuk mengakhiri perang.
Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Turun Usai Lebaran 2026, Saatnya Beli?
Dalam sebuah siaran televisi Iran Press TV, Araghchi mengatakan Amerika memang menyampaikan pesan kepada Teheran melalui berbagai perantara, tetapi hal itu tidak berarti sedang berlangsung negosiasi di antara keduanya.
Pada Selasa (24/3/2026) lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Wakil Presiden J.D. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, menjadi bagian dalam tim negosiasi Amerika Serikat dengan Iran.
Proses negosiasi dilanjutkan pada Minggu dan Trump mengeklaim itu menunjukkan niat serius Teheran untuk menemukan cara dalam menyelesaikan konflik.
Namun, Kementerian Luar Negeri Iran membantah telah mengadakan pembicaraan dengan Amerika.
Trump Sempat Tunda Serang Sistem Pembangkit Listrik Iran
Sehari sebelumnya, yakni Senin (23/3/2026), Trump memgumumkan telah menunda serangan terhadap pembangkit listrik di Iran.
Baca Juga: Rudal Iran Hantam Sejumlah Wilayah Israel, Efektivitas Iron Dome Kembali Disorot
Trump juga menyampaikan pembicaraan yang tengah berlangsung antara AS dan Iran terkait potensi mengakhiri perang.
Tak berselang lama dari pengumuman tersebut, harga minyak dunia dilaporkan turun hingga lebih 13 persen pada perdagangan Senin (23/3/2026).
Awal Mula Perang AS-Israel dengan Iran
Baca Juga: Diduga Sopir Hilang Konsentrasi, Pejalan Kaki Tewas Tertabrak Truk di Palembang
Perang antara Amerika Serikat Israel dengan Iran dimulai sejak akhir Februari 2026.
Di mana pada 28 Februari lalu, Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran, termasuk Teheran, hingga menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran membalasnya dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika yang berada di Timur Tengah.
Baca Juga: Jadwal Libur dan Cuti Bersama 2026, Ini Deretan Hari Besar Islam Usai Lebaran
Amerika dan Israel awalnya mengklaim serangan mereka diperlukan untuk melawan ancaman yang dianggap berasal dari program nuklir Iran.
Namun, mereka segera memperjelas bahwa serangan itu dilakukan karena mereka ingin melihat perubahan kekuasaan di Iran.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







