Sumsel

AS Iran Terus Saling Serang, Timur Tengah Kembali Membara

Septiyanti Dwi Cahyani | 20 Juli 2026, 07:00 WIB
AS Iran Terus Saling Serang, Timur Tengah Kembali Membara
Ilustrasi rudal.

AKURAT. CO SUMSEL - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran terancam gagal.

Kedua negara kembali melancarkan aksi saling serang dalam beberapa waktu terakhir.

Dua tentara AS bahkan dilaporkan tewas akibat serangan terbaru Iran.

Baca Juga: Penumpang Internasional Bandara SMB II Palembang Tembus 96 Ribu, Kuala Lumpur Masih Jadi Rute Favorit

Sementara Iran mulai meluaskan serangan ke sejumlah negara yang menjadi pangkalan militer AS seperti Bahrain hingga Yordania.

Berikut adalah rangkuman update terbaru perang AS Iran hingga Minggu (19/7/2026).

1. Serangan Rudal Iran di Yordania Tewaskan 2 Tentara AS

Baca Juga: Mulai Berlaku, Truk Angkut Tanah Tanpa Terpal di Sumsel Siap-Siap Kena Sanksi

Dua anggota militer Amerika Serikat (AS) tewas setelah serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) Iran di Yordania.

Sementara, satu lainnya dinyatakan hilang.

AFP melaporkan jika informasi tersebut disampaikan Pentagon pada Sabtu (18/7/2026) waktu setempat.

Baca Juga: Luis De La Fuente Tak Mau Ulangi Kesalahan, Ini Strategi Redam Lionel Messi di Final

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut insiden itu terjadi pada Jumat (17/7/2026), ketika pasukan AS bersama pasukan sekutu sedang menghadapi serangan rudal balistik dan drone yang dilancarkan Iran.

2. AS Tambah Jet Tempur Siluman ke Timur Tengah

AS mempercepat pengiriman pesawat tempur seperti F-16 Fighting Falcon dan F-35 Lightning II ke kawasan Semenanjung Arab atau Timur Tengah.

Baca Juga: Garong Bobol Lima Rumah di Jakabaring saat Warga Terlelap, Gasak Ponsel Korban yang Sedang Dicas

Jet tempur yang dikirim adalah F-16 dari Skuadron Tempur ke-480 di Pangkalan Udara Spangdahlem, Jerman, dan F-35 atau jet tempur siluman dari Sayap Tempur ke-48 di RAF Lakenheath, Inggris.

Pesawat tanker pengisian bahan bakar di udara juga dilaporkan sedang menuju ke wilayah tersebut.

3. AS Serang Iran Lagi Usai 2 Tentaranya Tewas Dirudal di Yordania

Baca Juga: Dukung Larangan Kampanye LGBTQ, Ribuan Warga dan Tokoh Agama Bakal Gelar Aksi Damai di Masjid Agung Palembang

Amerika Serikat (AS) kembali menyerang Iran.

Serangan itu diklaim sebagai balasan setelah dua prajurit AS tewas akibat serangan rudal balistik dan pesawat nirawak (drone) Iran di Yordania.

Serangan-serangan ini disebut dirancang untuk lebih melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial di Selat Hormuz dan dengan cepat menghukum pasukan Garda Revolusi Islam yang melancarkan serangan terhadap anggota militer Amerika di Yordania tadi malam.

Baca Juga: 13 SPBU Pertamina Penyalur Biosolar di Palembang Kini Beroperasi 24 Jam, Berikut Daftarnya

4. Kuwait Klaim Cegat Serangan Drone dari Iran

Melalui akun media sosial X, Staf Umum militer Kuwait mengatakan pertahanan udaranya mulai menghadapi serangan rudal dan drone musuh setelah agresi Iran.

Peringatan ini muncul beberapa jam setelah tentara Iran mengklaim serangan drone skala besar terhadap gudang amunisi di Camp Buehring, yang sebelumnya dikenal sebagai Camp Udairi, dan sistem radar pertahanan udara di Pangkalan Udara Ali Al Salem.

Baca Juga: Karhutla Dekat Tol Palindra, Asap Sempat Ganggu Pengendara

5. Maskapai Batalkan Penerbangan ke Arab Saudi dan Kuwait

Pertempuran yang kembali memanas antara AS dan Iran mengganggu perjalanan di Teluk, kembali merembet ke dunia penerbangan.

Maskapai penerbangan ramai-ramai membatalkan penerbangan ke Kuwait dan Arab Saudi.

Baca Juga: Final Piala Dunia 2026: Ratu Dewa Jagokan Spanyol, Tiki-Taka Dinilai Kunci Taklukkan Argentina

Mengutip The National, Minggu (19/7/2026), maskapai Emirates membatalkan delapan penerbangan antara Dubai dan Kuwait pada hari Minggu, sementara Etihad Airways membatalkan layanannya antara Abu Dhabi dan Kuwait pada tanggal 19 dan 20 Juli.

Penerbangan Air Arabia juga terpengaruh, dengan penerbangan dari Abu Dhabi dan Sharjah dibatalkan atau ditunda.

Flydubai telah membatalkan layanan antara Dubai dan Abha, di Arab Saudi.

Baca Juga: Karhutla di OKI Hanguskan 12 Hektare Lahan Gambut, Pemadaman Libatkan Water Bombing

Kuwait Airways mengatakan telah menjadwal ulang sebagian besar penerbangan komersialnya setelah lepas landas dan pendaratan di Bandara Internasional Kuwait ditangguhkan sementara pada hari Sabtu di tengah ancaman rudal dan drone yang berulang. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.