Sumsel

6 Update Terbaru Perang AS Iran yang Tak Kunjung Berakhir

Septiyanti Dwi Cahyani | 1 Juli 2026, 08:00 WIB
6 Update Terbaru Perang AS Iran yang Tak Kunjung Berakhir
Ilustrasi perang AS Iran.

AKURAT. CO SUMSEL - Perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran tak kunjung berakhir.

Beberapa kali kesepakatan damai sempat tercetus namun selalu berujung gagal dan kedua negara kembali saling serang.

Teranyar, AS dan Iran dikabarkan akan melakukan pertemuan di Doha, Qatar yang disebut-sebut akan membahas kesepakatan damai.

Baca Juga: Polda Sumsel Bongkar Dugaan Kredit Fiktif Rp90 Miliar, 15 Orang Jadi Tersangka

Namun, kabar tersebut masih belum pasti lantaran pernyataan dari pihak AS dan Iran berbeda.

Berikut adalah beberapa update terbaru tentang konflik AS dengan Iran yang tak kunjung mereda.

1. Iran Bantah Kabar Pembicaraan Doha

Iran mengatakan bahwa tidak ada pertemuan negosiasi yang dijadwalkan dengan AS, di mana pun dalam beberapa hari mendatang, termasuk di Doha, Qatar sebagaimana yang disebutkan Trump.

Baca Juga: Kilas Balik Perjalanan Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim hingga Divonis 10 Tahun Penjara

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei dan tim negosiasinya, mengatakan prioritas Iran saat ini adalah memastikan implementasi ketentuan MOU.

Baghaei juga menegaskan Iran dan AS saat ini belum memasuki tahap negosiasi perjanjian akhir.

2.Lalu Lintas Selat Hormuz

Lebih dari 12 kapal komersial transit di Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir.

Baca Juga: Tujuh Daerah di Sumsel Siaga Darurat Karhutla, Muratara Jadi Wilayah Terbaru

Kapal-kapal tersebut termasuk enam kapal tanker dan delapan kapal kargo yang keluar dari Teluk Persia dan lima kapal tanker dan enam kapal kargo yang memasukinya.

Angka-angka ini konsisten dengan tingkat penyeberangan yang terlihat dalam beberapa hari terakhir, karena laju pelayaran terus melambat.

Sebelum perang, rata-rata sekitar 110 kapal melintasi selat tersebut setiap hari

Baca Juga: Kepergok Bobol Gudang di Palembang, Pria 27 Tahun Ditangkap Security dan Warga

3.Utusan Khusus AS Dilaporkan Terbang ke Qatar

Di tengah penolakan Iran terhadap adanya pembicaraan di Doha har ini, Utusan Khusus AS Steve Witkoff dilaporkan kini sedang dalam perjalanan ke Qatar.

Trump sendiri mengatakan pada Senin pagi bahwa AS akan bertemu dengan Iran di Doha hari ini.

Sementara itu, seorang pejabat senior AS mengatakan pada akhir pekan bahwa pembicaraan teknis mengenai MOU 18 Juni, berjalan sesuai rencana, meskipun terjadi baku tembak baru-baru ini.

Baca Juga: Gubernur Sumsel Buka Suara soal Nasib PPPK Paruh Waktu, Tegaskan Kebijakan Tetap Berjalan

4. Harga Minyak Dunia Anjlok

Harga minyak dunia kembali turun karena investor fokus pada kemungkinan pembicaraan AS-Iran di Doha, Qatar.

Minyak mentah Brent yang jadi patokan internasional misalnya, turun untuk kontrak Agustus menjadi US$72,51 per barel, sekitar 22% lebih rendah dari penutupan bulan lalu.

5.Kesepakatan Baru Iran-Oman soal Hormuz

Iran dan Oman mengadakan pertemuan pertama komite gabungan di Selat Hormuz.

Baca Juga: Palembang Terasa Makin Terik, BMKG Sebut Dipicu Udara Kering dan Minim Awan

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur perairan yang penting bagi energi dunia, terletak diapit Iran dan Oman. Merujuk laporan Al-Jazeera, Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan kedua pihak bertukar pandangan mengenai pengelolaan masa depan selat tersebut.

Gharibabadi kemudian mengatakan kepada media pemerintah Iran bahwa Teheran dan Muscat telah mencapai "pemahaman yang sama" mengenai pengelolaan jalur air tersebut.

Dia mengatakan bahwa Oman pun mendukung keterlibatan dalam pengaturan ini sebagai negara pantai yang memiliki hak berdaulat, bahkan percaya bahwa biaya harus dipungut sebagai imbalan atas layanan yang diberikan.

Baca Juga: Dinkes Ungkap Alasan Sumsel Rawan Flu Singapura, Anak TK dan SD Diminta Lebih Waspada

Gharibabadi juga mengatakan komite teknis akan dibentuk antara kedua negara.

6. Israel Serang Negara Arab Baru: Suriah

Israel kembali dilaporkan menyerang negara Arab baru. Setelah Gaza, Palestina dan Lebanon, kini Israel menyerang Suriah.

Pemerintah Suriah mengutuk serangan Israeldi wilayah selatannya Minggu.

Baca Juga: WN Inggris Lapor ke Polisi Usai Diduga Dianiaya saat Hendak Selesaikan Kecelakaan Secara Damai

Akibat serangan tersebut penduduk di dekat Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel, terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Serangan terbaru terjadi di Abdin, sebuah desa di provinsi Deraa barat, di mana penduduk berusaha untuk menghalangi majunya unit tentara Israel.

Di sisi lain, Israel mengatakan bahwa pada hari Minggu mereka telah membunuh "beberapa teroris bersenjata" sehari sebelumnya, tanpa memberikan angka, menentukan lokasi, atau bukti apa pun.

Baca Juga: Herman Deru Turun Tangan soal Polemik SPMB Sumsel, Siapkan Sanksi Tegas Jika Pelanggaran Terbukti

Israel secara rutin menggambarkan warga Suriah yang melawan pendudukan mereka sebagai "teroris". (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.