Sosok Prajurit TNI yang Gugur dalam Serangan Israel ke Lebanon: Pernah Terima 2 Penghargaan

AKURAT. CO SUMSEL - Tentara Nasional Indonesia (TNI) kehilangan salah satu prajurit terbaiknya yang sedang bertugas menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon.
Prajurit TNI dari Yonif 113/Jaya Sakti, Farizal Rhomadhon, dilaporkan gugur akibat serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon Selatan.
Dia diketahui merupakan anggota Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon).
Baca Juga: Rekomendasi Parfum Scarlett Terlaris 2026, Wanginya Awet Seharian
Farizal dikabarkan meninggal Minggu (29/3/2026) pukul 20.44 waktu Lebanon atau 01.40 WIB.
Insiden tersebut terjadi di Indobatt UNP 7-1 Desa Achid Alqusayr, Lebanon Selatan, saat almarhum tengah menjalankan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian PBB.
Sosok Farizal Rhomadhon
Baca Juga: Amerika Memanas, Jutaan Warga AS Gelar Aksi Demonstasi No Kings Tuntut Donald Trump Mundur
Farizal merupakan pria kelahiran Kulon Progo, 3 Januari 1998.
Saat menjalankan tugas Pasukan Perdamaian PBB di Lebanom, Farizal menjabat sebagai Taban Provost 1 Ru Provost Kima di kesatuannya.
Ia diketahui pernah menerima dua tanda kehormatan, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun atas dedikasinya dalam tugas negara.
Baca Juga: Pelatih Timnas Indonesia Tekankan Start Cepat dan Mental Tangguh Hadapi Bulgaria
Kepergian Farizal meninggalkan seorang istri bernama Fafa Nur Azila (25), serta seorang anak perempuan yang masih berusia 2 tahun.
Detik-detik Serangan Israel ke Lebanon
Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan serangan artileri Israel menghantam markas yang digunakan oleh kontingen Indonesia dari Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) di kota Adshit al-Qusayr, Lebanon Selatan.
Baca Juga: 14 Warga Palembang Korban Penipuan Kerja di Kamboja Dipulangkan, Tiba Hari Ini
Sementara itu, juru bicara pasukan PBB Candice Ardiel mengatakan, sebuah proyektil meledak semalam di lokasi PBB dekat Adshit al-Qusayr dan menyebabkan beberapa pasukan penjaga perdamaian terluka.
Daerah tersebut terletak dekat dengan zona perbatasan yang rawan konflik antara Lebanon dan Israel. Baku tembak telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.
UNIFIL sendiri merupakan sebuah lembaga yang dibentuk untuk memantau gencatan senjata di sepanjang Garis Biru, mencakup kontingen dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Daftar Hari Besar dan Libur Nasional April 2026, Ada Long Weekend di Awal Bulan
Lembaga ini juga memainkan peran kunci dalam menjaga stabilitas di sepanjang perbatasan.
Di sisi lain, pihak berwenang Israel belum memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut.
Rincian lebih lanjut tentang keadaan insiden tersebut juga masih belum jelas karena investigasi masih berlangsung.
Baca Juga: 9 Lembaga Baru Era Prabowo Gibran: BGN, Danantara hingga Badan Penjamin Produk Halal RI
Indonesia Mengutuk Keras Insiden Tersebut
Indomesia menyatakan mengutuk keras insiden yang menewaskan salah satu prajurit terbaik TNI tersebut.
Hal ini disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) melalui akun media sosial X pada Senin (30/3/2026).
Kemlu pun menyerukan adanya penyelidikan secara menyeluruh dan transparan terhadap insiden ini.
Baca Juga: Daftar 8 Fenomena Langit April 2026, Ada Pink Moon yang Bisa Dilihat dari Indonesia
"Indonesia menegaskan kembali kecamannya terhadap serangan Israel di Lebanon selatan dan menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Lebanon, menghentikan serangan terhadap penduduk sipil dan infrastruktur, serta kembali ke dialog dan diplomasi untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan memajukan perdamaian," tegas Kemlu.
Ada 3 Korban Lain
Berdasarkan data laporan Kemlu dan TNI, ada 3 prajurit lainnya yang juga menjadi korban dalam insiden ini.
Baca Juga: Pemprov Sumsel Masih Tunggu Pemerintah Pusat Terkait WFH Satu Hari Dalam Sepekan
Satu prajurit TNI lainnya mengalami luka berat dan 2 lainnya luka ringan.
Saat ini, Indonesia telah bekerja sama dengan UNIFIL untuk memastikan pemulangan segera para korban yang gugur dan perawatan medis terbaik bagi yang terluka.
Kemlu juga menyatakan Indonesia tetap berkoordinasi erat dengan PBB dan otoritas terkait serta akan terus memantau perkembangan dengan saksama. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun







