Sumsel

Harga Minyak Dunia Naik Lagi Usai AS Iran Kembali Saling Serang

Septiyanti Dwi Cahyani | 29 Juni 2026, 09:00 WIB
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Usai AS Iran Kembali Saling Serang
Ilustrasi kapal tanker.

AKURAT. CO SUMSEL - Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali membara di Selat Hormuz langsung memicu lonjakan harga minyak dunia.

Harga minyak dunia kembali menguat pada awal perdagangan Senin (29/6/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali melancarkan serangan militer.

Minyak mentah Brent naik 0,9 persen ke level 72,20 dolar AS per barel, sementara minyak mentah AS menanjak 1,3 persen menjadi 70,09 dolar per barel.

Baca Juga: Waspada, BMKG Sebut Sebagian Sumsel Bakal Diguyur Hujan Selama Tiga Hari Berturut-turut

Padahal pada Jumat lalu, harga komoditas ini sempat menyentuh titik terendah sejak perang meletus.

Kenaikan harga minyak dipicu kabar bahwa perundingan untuk mengakhiri konflik antara AS dan Iran kembali terhenti setelah Washington melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas militer Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz.

Sumber yang terlibat dalam proses negosiasi mengatakan pembahasan memang dihentikan sementara.

Baca Juga: Besok Batas Akhir Penyaluran Bansos Juni 2026, Cek Status Pencairan di Sini

Namun, seluruh delegasi masih berada di Swiss dan siap melanjutkan perundingan setelah mendapat persetujuan dari masing-masing pihak.

Di sisi lain, pejabat senior pemerintahan Presiden Donald Trump membantah kabar bahwa proses negosiasi dibatalkan.

Konflik Kembali Memanas

Baca Juga: 7.588 Petugas Sensus Ekonomi Dikukuhkan Untuk Data Pelaku Usaha

Sebelum eskalasi terbaru terjadi, pasar sempat bernapas lega berkat harapan kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari.

Pemulihan lalu lintas kapal tanker sempat terlihat setelah penandatanganan perjanjian perdamaian pada 17 Juni lalu.

Laju pemulihan tersebut mendadak lumpuh setelah Iran menyerang sebuah kapal komersial di selat tersebut pada hari Kamis.

Baca Juga: Juara Grup L, Inggris Dinilai Belum Menunjukkan Performa Terbaik

PBB bahkan terpaksa menunda rencana evakuasi bagi para pelaut dan kapal yang terjebak di zona bahaya.

Presiden Donald Trump memperingatkan, Iran akan menghadapi konsekuensi besar setelah militer AS menyerang lokasi penyimpanan rudal, drone, dan radar pantai milik Iran sebagai respons atas serangan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu rute distribusi minyak paling strategis di dunia.

Di saat yang sama, Kuwait dan Bahrain melaporkan serangan rudal dan drone yang terjadi pada Minggu malam, menambah kekhawatiran bahwa konflik berpotensi meluas ke kawasan Teluk. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.