Minta Tenggat Waktu Pembayaran, Pria di Palembang Mengaku Disekap dan Dikeroyok

AKURAT.CO SUMSEL Persoalan pembayaran bahan bakar minyak (BBM) jenis solar senilai Rp72 juta diduga berujung aksi penyekapan dan pengeroyokan terhadap seorang warga Palembang.
Korban, Rizki (27), warga Komplek Griya Indah, Kecamatan Sako, mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.
Dalam laporannya, Rizki mengaku menjadi korban kekerasan setelah terjadi perselisihan terkait pembayaran 5.000 liter solar yang belum dapat diselesaikannya karena kendala pada rekening bank.
Menurut Rizki, saat itu dirinya telah menjelaskan kepada pihak penjual bahwa dana pembayaran tersedia, namun proses transfer belum bisa dilakukan lantaran rekening miliknya bermasalah.
Ia juga berencana menggunakan rekening milik adiknya untuk menyelesaikan transaksi tersebut.
"Saya sudah menjelaskan kalau dana ada, hanya saja rekening sedang bermasalah. Kami minta waktu sampai pagi untuk menyelesaikan pembayaran," ujar Rizki kepada petugas, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: Di Usia 1.343 Tahun, Palembang Catat Pertumbuhan Ekonomi 5,91 Persen
Namun, permintaan tersebut disebut tidak mendapat respons positif. Pihak penjual kemudian mendatangi kediamannya untuk meminta pembayaran dilakukan malam itu juga.
Awalnya, pertemuan berlangsung sebagai upaya mencari solusi. Namun suasana berubah memanas setelah terjadi adu argumen antara kedua belah pihak.
Rizki mengaku perdebatan tersebut berujung tindakan kekerasan. Ia mengklaim dipukul oleh sejumlah orang hingga mengalami luka di beberapa bagian tubuh.
Tidak hanya itu, korban juga mengaku sempat disekap. Tangan dan kakinya disebut diikat menggunakan tali, sementara matanya ditutup sebelum dibawa menggunakan mobil ke sebuah pool kendaraan.
"Saya dipaksa masuk mobil dalam kondisi tangan dan kaki terikat. Setelah sampai di lokasi, saya kembali dipukul oleh beberapa orang," katanya.
Akibat kejadian tersebut, Rizki mengalami luka robek di bagian kepala, lebam pada kedua mata, bibir pecah, luka di hidung, serta memar di leher.
Meski berada dalam kondisi tertekan, ia mengaku tetap berusaha mencari jalan keluar dengan menghubungi keluarga dan kerabat untuk membantu menyelesaikan pembayaran. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena kejadian berlangsung pada dini hari.
"Saya hanya meminta waktu sampai pagi, tapi mereka tidak menerima dan saya malah dipukul," ungkapnya.
Merasa menjadi korban tindak pidana, Rizki akhirnya memilih melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Palembang dan berharap para pelaku dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
Sementara itu, Kepala SPKT Polrestabes Palembang Iptu Sugriwa melalui Panit SPKT Ipda Tamia Ramadhany membenarkan adanya laporan tersebut.
"Laporan korban sudah kami terima dan akan diteruskan ke Satreskrim Polrestabes Palembang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 35 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 4Jadwal Piala Dunia 2026: Qatar vs Swiss, Brazil Hadapi Maroko, hingga Haiti Tantang Skotlandia
- 5Hari Ini Libur Apa? Cek Daftar Tanggal Merah Juni Sesuai SKB 3 Menteri
- 6Bansos BPNT Juni 2026 Cair Kapan? Ini Cara Cek Status Penerima, Nominal, dan Jadwal Pencairan
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 8Benarkah Pendaftaran CPNS 2026 Sudah Dibuka? Cek Fakta dan Kebenarannya di Sini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem






