Dolar AS Tembus Rp18.000, BI Siapkan Sejumlah Langkah untuk Jaga Stabilitas Rupiah

AKURAT.CO SUMSEL Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan setelah dolar Amerika Serikat (AS) menembus level Rp18.000.
Menyikapi kondisi tersebut, Bank Indonesia (BI) memastikan akan mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan guna menjaga stabilitas rupiah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.
Berdasarkan perdagangan terbaru, dolar AS bergerak di kisaran Rp18.083 per dolar atau menguat sekitar 0,41 persen.
Kondisi ini mendorong BI untuk memperkuat respons kebijakan agar gejolak di pasar keuangan tetap terkendali.
Direktur Eksekutif Senior sekaligus Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, mengatakan bank sentral tidak hanya mengandalkan suku bunga acuan dalam menjaga nilai tukar.
Berbagai instrumen moneter akan dimaksimalkan agar rupiah tetap stabil di tengah meningkatnya tekanan global.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperkuat strategi triple intervention, yakni intervensi di pasar valuta asing melalui pasar spot, Non-Deliverable Forward (NDF), dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF).
Selain itu, BI juga mengoptimalkan penggunaan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) yang didukung fasilitas swap dan lindung nilai (hedging).
Menurut Erwin, kombinasi kebijakan tersebut bertujuan menjaga stabilitas nilai tukar sekaligus meningkatkan daya tarik pasar keuangan domestik bagi investor asing sehingga arus modal tetap terjaga.
Di sisi lain, BI juga terus memperkuat pengelolaan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
Penerbitan SRBI akan disesuaikan dengan kebutuhan likuiditas agar mampu mendukung stabilitas sistem keuangan tanpa mengurangi daya tarik investasi di dalam negeri.
Tak hanya fokus pada penguatan rupiah, BI juga menyiapkan langkah untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.
Penguatan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) akan terus dilakukan guna memperbesar pembiayaan ke sektor-sektor prioritas.
Selain itu, bank sentral mempercepat digitalisasi sistem pembayaran serta memperkuat mekanisme redistribusi likuiditas di sektor keuangan.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar penyaluran kredit, meningkatkan aktivitas ekonomi, dan menjaga stabilitas perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








