Dolar AS Nyaris Rp18000, Ini 3 Hal yang Bisa Dilakukan Warga Indonesia untuk Perkuat Rupiah

AKURAT. CO SUMSEL - Nilai tukar rupiah masih melemah hingga siang ini, Rabu (3/6/2026).
Mata uang Garuda melanjutkan pelemahan sebesar 0,64% ke level Rp 17.945 per dolar AS pada pukul 13.39 WIB, Rabu, 3 Juni 2026.
Ini menjadi level pelemahan terburuk rupiah sepanjang masa.
Baca Juga: Kejati Sumsel Amankan Wakil Bupati dan Seorang Kadis di PALI, Dugaan Suap Proyek Mulai Diusut
Bank Indonesia (BI) pun buka suara terkait nilai tukar rupiah yang semakin melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso mengatakan pihaknya akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik.
Selain itu, BI juga hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal.
Baca Juga: Nekat Bobol Area Makam Keluarga, Dua Pencuri Material Aluminium Dibekuk Polisi
Mulai 2 Juni 2026, BI sendiri telah memberlakukan ketentuan threshold tunai beli valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi US$ 25.000 per pelaku per bulan.
BI juga terus mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.
Kerja sama tersebut telah terjalin dengan Tiongkok, Jepang, Malaysia, Thailand, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.
Baca Juga: Aksi Nekat Berujung Bui, Pencuri AC dan Pompa Air Ditangkap Saat Kembali ke Lokasi
Mata Uang Negara Asia Lainnya Juga Melemah
Pelemahan rupiah terjadi sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya.
Ringgit Malaysia melemah 0,28% ke posisi MYR 3,974/US$, disusul dong Vietnam yang turun 0,25% ke posisi VND 26.432/US$.
Baca Juga: Cek Harga Emas Perhiasan Palembang Rabu 3 Juni 2026, Naik atau Turun Lagi?
Baht Thailand juga terkoreksi 0,09% ke posisi THB 32,67/US$, peso Filipina melemah 0,08% ke posisi PHP 61,677/US$, yuan China turun 0,06% ke posisi CNY 6,766/US$, sementara won Korea Selatan melemah tipis 0,03%.
Di sisi lain, dolar Taiwan masih mampu menguat 0,06%, sementara yen Jepang naik tipis 0,03% ke posisi JPY159,83/US$. Adapun dolar Singapura stagnan di posisi SGD 1,279/US$.
Apa yang Bisa Dilakukan Indonesia?
Baca Juga: Harga Sembako Belum Stabil Pascaiduladha, Minyak Goreng dan Beras Naik, Ayam Potong Justru Turun
Di tengah pelemahan ini, ada beberapa hal yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai tukar rupiah.
1. Membeli Produk dalam Negeri
Semakin tinggi impor maka nilai tukar rupiah semakin lemah.
Baca Juga: HIV/AIDS di Palembang Tembus 194 Kasus dalam 4 Bulan, Kelompok LSL Jadi Sorotan
Oleh karena itu, salah satu langkah mudah yang bisa kita lakukan bersama-sama adalah mengurangi produk impor.
2. Berinvestasi di Dalam Negeri
Tak selamanya nilai tukar Rupiah turun membuat investasi itu rugi.
Baca Juga: Daftar 13 Charming Events Palembang Juni 2026: Ada Diskon Besar-besaran dari Awal hingga Akhir Bulan
Anda dapat tetap berinvestasi dengan membeli surat utang negara (SUN) atau obligasi negara ritel (ORI) misalnya.
Instrumen ini memiliki risiko kecil.
Selain investasi, industri perbankan syariah juga dapat menjadi solusi tanpa perlu takut terkena dampak dari nilai tukar rupiah yang memengaruhi suku bunga.
Baca Juga: Kejagung Geledah Kantor BGN, Kasus yang Diusut Masih Misterius
Dengan proses murabahah atau kesepakatan harga jual dan margin keuntungan, akan membuat investasi lebih dapat terukur.
3. Tidak Menimbun Dolar
Tak perlu ikut-ikutan menukarkan rupiah ke dolar untuk meraup keuntungan.Bagi para pemilik dolar bisa membantu pemerintah untuk menyelamatkan perekonomian dengan menukarkan dolar ke rupiah. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








