Misbakhun Peringatkan Dampak Rupiah Melemah, Harga Barang Berpotensi Naik

AKURAT.CO SUMSEL Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai meningkatnya tekanan inflasi impor (imported inflation) akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Kondisi tersebut dinilai mulai berdampak pada kenaikan biaya produksi yang pada akhirnya berimbas pada harga barang yang dibayar masyarakat.
Menurut Misbakhun, pelemahan kurs rupiah tidak lagi hanya memengaruhi sektor keuangan, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh dunia usaha, terutama industri yang masih bergantung pada bahan baku impor.
"Biaya bahan baku yang berasal dari luar negeri menjadi lebih mahal ketika rupiah melemah. Kenaikan biaya produksi ini kemudian diteruskan menjadi kenaikan harga barang di tingkat konsumen," ujar Misbakhun, Kamis (2/7/2026).
Ia menilai kondisi tersebut perlu menjadi perhatian serius memasuki semester II 2026. Pasalnya, sejumlah indikator ekonomi nasional juga menunjukkan perlambatan.
Salah satunya terlihat dari Indeks PMI Manufaktur Indonesia yang turun ke level 46,9 pada Juni 2026 atau berada di bawah angka 50 yang menjadi batas ekspansi. Sementara itu, inflasi tahunan juga meningkat hingga sekitar 3,3 persen.
Misbakhun menjelaskan sektor yang paling rentan terdampak adalah industri tekstil, kimia, plastik, hingga energi. Industri-industri tersebut masih mengandalkan impor bahan baku seperti kapas, bahan kimia, minyak mentah, bahan bakar minyak (BBM), dan gas LPG.
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku akibat pelemahan rupiah akan meningkatkan biaya produksi sehingga harga jual produk di pasaran ikut terdorong naik.
Karena itu, ia meminta pemerintah bersama Bank Indonesia tidak hanya berupaya memperkuat nilai tukar rupiah, tetapi juga menjaga stabilitas pergerakan kurs agar tidak berfluktuasi terlalu tajam.
Baca Juga: Penalti Ronaldo Selamatkan Portugal, Gol Menit Akhir Ramos Singkirkan Kroasia dari Piala Dunia 2026
"Stabilitas nilai tukar sangat penting agar pelaku usaha bisa menyusun perencanaan pembelian bahan baku maupun investasi dengan lebih pasti," katanya.
Sebagai salah satu solusi, Misbakhun mendorong penguatan skema Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan China. Melalui mekanisme tersebut, transaksi perdagangan kedua negara dapat dilakukan menggunakan rupiah dan yuan tanpa harus bergantung pada dolar Amerika Serikat.
Ia menilai langkah tersebut dapat mengurangi kebutuhan penggunaan dolar dalam transaksi perdagangan, meski implementasinya tetap memerlukan dukungan likuiditas mata uang yang memadai di kedua negara.
Di sisi lain, pemerintah juga tetap menjalankan kebijakan Domestic Market Obligation (DMO) untuk sejumlah komoditas strategis seperti batu bara dan minyak sawit. Kebijakan ini bertujuan memastikan kebutuhan dalam negeri terpenuhi sebelum komoditas diekspor.
Misbakhun mengakui kebijakan tersebut dapat memengaruhi neraca perdagangan dalam jangka pendek. Namun, menurutnya langkah itu penting untuk menjaga ketahanan energi dan pangan nasional.
Ia menambahkan, tekanan inflasi impor berpotensi mengerek harga berbagai produk yang menggunakan bahan baku dari luar negeri. Jika berlangsung dalam waktu lama, kondisi tersebut dikhawatirkan akan menekan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Meski demikian, Misbakhun tetap optimistis sektor manufaktur dapat kembali pulih apabila realisasi investasi meningkat pada semester II 2026. Peningkatan investasi diyakini mampu mendorong produksi, membuka lapangan kerja, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








