Sumsel
HL Sumsel

Manajemen PIM Palembang Buka Suara Soal Kebakaran Restoran Jepang yang Sempat Picu Kepanikan Pengunjung

Deny Wahyudi | 30 Mei 2026, 22:37 WIB
Manajemen PIM Palembang Buka Suara Soal Kebakaran Restoran Jepang yang Sempat Picu Kepanikan Pengunjung
Kebakaran Restoran Jepang yang Berada di PIM Palembang/ist

AKURAT.CO, SUMSEL – Manajemen Palembang Indah Mall (PIM) angkat bicara terkait insiden kebakaran yang terjadi di salah satu restoran Jepang, GyKaku, yang berada di lantai 1 pusat perbelanjaan tersebut pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.

General Manager PIM, Ongky Prastianto, memastikan kondisi di lokasi saat ini telah terkendali setelah dilakukan penanganan oleh petugas terkait.

"Kami masih berkoordinasi penuh dengan pihak berwenang untuk memastikan keamanan seluruh area," ujar Ongky.

Meski situasi telah aman, pihak manajemen belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut. Saat ini, proses penyelidikan masih dilakukan oleh instansi terkait bersama pihak pengelola mall.

"Kami memohon pengertian pengunjung dan masyarakat karena proses penanganan masih berlangsung," katanya.

Sebelumnya, kebakaran yang terjadi di restoran GyKaku sempat menghebohkan pengunjung PIM. Peristiwa tersebut bahkan viralsetelah video kejadian beredar luas di media sosial.

Dalam rekaman video yang beredar, terlihat kepulan asap hitam membumbung dari area restoran dan perlahan memenuhi sebagian area dalam mall.

Kondisi itu membuat sejumlah pengunjung dan karyawan panik lalu bergegas menuju pintu keluar untuk menyelamatkan diri. Tampak juga, sejumlah pegawai restoran berupaya memadamkan api.

Kepanikan tidak hanya terjadi di area pusat perbelanjaan, tetapi juga sempat dirasakan pengunjung yang berada di kawasan parkir kendaraan. Banyak warga yang menghentikan aktivitas mereka untuk melihat situasi yang terjadi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
A