Sumsel
HL Sumsel

Kontroversi Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar: Jawaban Benar Disalahkan, Tuai Protes Siswa

Septiyanti Dwi Cahyani | 12 Mei 2026, 11:21 WIB
Kontroversi Lomba Cerdas Cermat  MPR di Kalbar: Jawaban Benar Disalahkan, Tuai Protes Siswa
Peserta LCC 4 Pilar MPR di Kalbar (Tangkapan Layar YouTube MPRGOID)

AKURAT. CO SUMSEL - Kontroversi mewarnai babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar).

Sebuah video menunjukkan perdebatan dalam lomba beredar di media sosial kemudian viral dan memicu sorotan publik.

Dewan juri dinilai tidak objektif setelah dua peserta memberikan jawaban serupa, namun hanya satu tim yang mendapat poin penuh.

Baca Juga: Dua WNI Ditangkap di Makkah, Diduga Jual Layanan Haji Ilegal Lewat Media Sosial

Juri justru menyalahkan jawaban peserta yang sudah tepat kemudian meminta agar keputusannya tetap dihormati.

Kronologi Peristiwa

Kompetisi yang diikuti sembilan SMA se-Kalbar ini mempertemukan tiga sekolah di final, yaitu SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Baca Juga: Terduga Pelaku Kekerasan terhadap Bocah 12 Tahun di Palembang Ditangkap Polisi

Peristiwa bermula saat sesi pertanyaan kepada peserta.

Dalam video yang diunggah YouTube MPRGOID, terlihat peserta dari grup C SMAN 1 Pontianak sempat melayangkan protes karena jawaban mereka dianggap salah dan diberi pengurangan nilai 5 poin.

Sementara tim lain yang memberikan jawaban serupa justru memperoleh nilai 10 poin.

Baca Juga: Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Vs Jepang Piala Asia U 17 2026

Protes tersebut disebut tidak diindahkan oleh dewan juri sehingga memancing reaksi luas di media sosial hingga kolom komentar akun Instagram MPR RI dibanjiri kritik.

MPR Minta Maaf

Sementara itu, Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut.

Baca Juga: Sinopsis Tumbal Proyek, Film Horor Terbaru Kiesha Alvaro

Ia menegaskan, pihaknya akan mengevaluasi total kinerja juri dan sistem lomba.

Akbar juga menyayangkan kejadian tersebut dan menekankan agar juri bersikap obyektif serta responsif terhadap keberatan peserta.

Menurutnya, ada kelalaian panitia dan juri terkait teknis tata suara serta mekanisme banding. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.