Ini Kata Dinkes Sumsel Perlunya Vaksin dan Imunisasi Pada Anak

AKURAT.CO SUMSEL Seorang siswa sekolah di Liandok Tompaso Baru di Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, diduga meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin di sekolahnya.
Bagaimana di Sumsel apakah ada kasus serupa?
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Trisnawarman mengatakan di Sumsel tidak ada kejadian seperti itu dan di Sumsel aman.
"Jangan takut untuk vaksinasi atau imunisasi, karena keduanya sangat penting untuk mencegah penyakit. Sebelum divaksin pastikan kondisi anak sehat dan sarapan sebelum ke sekolah," ujarnya, Kamis (30/11/2023).
Senada dengan Trisnawarman, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Fery Yanuar menegaskan bahwa imunisasi itu aman.
"Dilakukan skrining dulu sebelum imunisasi, untuk memastikan kondisi kesehatan anak. Sebelum dilakukan imunisasi anak sebaiknya sarapan dulu, jangan sampai nanti lemas karena belum makan," jelasnya.
Baca Juga: Jumlah Kasus HIV/AIDS di Sumsel Sebanyak 698, Kasus Terbanyak Ada di Palembang
Pastikan anak sehat, dan beritahu pihak sekolah atau petugas kesehatan jika dia memiliki masalah kesehatan khusus untuk diketahui oleh petugas kesehatan.
"Untuk reaksi yang terjadi seperti panas itu masih wajar. Setelah diberi vaksin, jangan dipegang atau digosok-gosokkan karena dapat menyebabkan infeksi. Jika bagian yang divaksin bengkak atau keras, air hangat dapat digunakan untuk mengkompresnya," ungkapnya.
Sementara itu untuk anak-anak sekolah pemberian vaksin atau imunisasi diberikan pada saat SD dan diberikan berdasarkan kelas. Kelas 1 SD diberikan vaksin DT (Diphteria Tetanus) dan campak rubella.
Lalu kelas 2 diberikan vaksin Td (Tetanus Diphteria), kelas 5 diberikan vaksin Td dan HPV kanker serviks khusus cewek. Kemudian kelas 6 diberikan lagi vaksin HPV.
"Untuk capaian imunisasi dasar lengkap di Sumsel masih 64 persen dari target 158 ribu anak di Sumsel. Capaian tersebut terbilang masih kecil karena seharusnya di November ini sudah 90 persen," ujar Fery.
Fery mengatakan bahwa salah satu masalah yang mereka hadapi adalah mereka belum memasukkan semua data mereka ke dalam aplikasi Sehat Indonesiaku (Asik). Karena banyaknya jenis vaksin yang digunakan, banyak orang yang ragu bahwa anaknya telah diimunisasi. Meskipun sebenarnya itu tidak masalah. Ada juga kelompok yang menentang vaksin.
"Kami terus berusaha mensosialisasikan pentingnya vaksinasi dan menjangkau masyarakat secara langsung. Jenis vaksin yang diberikan sangat penting untuk mencegah penyakit tertentu," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Bansos PKH Juni 2026 Cair Kapan? Ini Aturan Jadwal, Besaran Nominal hingga Cara Cek Penerima
- 2Jadwal Timnas Indonesia Vs Vietnam, Laga Penentu Tiket Semifinal Piala AFF U 19 2026
- 3Harga Karet Sumsel Tembus Rp41 Ribu per Kg, Petani Nikmati Kenaikan Tertinggi dalam Beberapa Tahun Terakhir
- 4Kapan PIP Kemendikdasmen Juni 2026 Cair? Pantau Jadwal Penyaluran Termin 2 di Sini
- 5Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 dengan Jam Tayang WIB
- 6Daftar Harga BBM Terbaru di Sumsel, Dexlite dan Pertamina Dex Turun Lagi
- 7Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru Berlaku Mulai 10 Juni 2026, Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter
- 85 Tuntutan Mahasiswa dalam Demo di Bundaran HI Jakarta Hari Ini
- 9Vivo S60 Series Resmi Meluncur, Usung Baterai 7.200mAh dan Layar 144Hz
- 10Cuaca Palembang Makin Terik, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Terasa Ekstrem







