Sumsel

Karhutla Makin Meluas, 11 Kabupaten/Kota Sumsel Kini Berstatus Zona Merah

Kurnia | 10 Agustus 2026, 17:45 WIB
Karhutla Makin Meluas, 11 Kabupaten/Kota Sumsel Kini Berstatus Zona Merah
Warga bantu pemadaman karhutla TNBTS dengan cara tradisional. - Raphel Aziza/AKURAT.CO

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan (Sumsel) semakin meluas memasuki puncak musim kemarau. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel mencatat sebanyak 11 kabupaten/kota kini masuk zona merah karhutla.

Prabumulih menjadi daerah terbaru yang masuk kategori tersebut setelah jumlah kejadian karhutla di wilayah itu mencapai 32 kasus.

Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman mengatakan, bertambahnya zona merah menunjukkan potensi karhutla kini tidak hanya terjadi di wilayah yang sejak awal dikenal rawan.

"Zona merah sekarang sudah bertambah menjadi 11 daerah. Terbaru Prabumulih, jumlah kejadian karhutlanya sudah mencapai 32 kejadian," ujar Sudirman, Senin (10/8/2026).

Berdasarkan catatan BPBD Sumsel, Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni 132 kejadian.

Berikutnya Musi Banyuasin (Muba) dengan 118 kejadian, Ogan Ilir 112 kejadian, Banyuasin 108 kejadian, dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) 82 kejadian.

Baca Juga: Maling Sarden dari Mobil Box di Palembang Ditangkap, Kerugian Capai Rp3,9 Juta

Kemudian Muara Enim tercatat 79 kejadian, Palembang 51 kejadian, OKU Timur 41 kejadian, Musi Rawas Utara (Muratara) 37 kejadian, OKU 35 kejadian, serta Prabumulih 32 kejadian.

Meluasnya wilayah yang masuk zona merah menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Terlebih, periode Agustus hingga September diperkirakan masih menjadi masa dengan risiko karhutla tinggi.

BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melapor jika menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kalau menemukan adanya kebakaran, segera laporkan supaya bisa ditangani lebih cepat," kata Sudirman.

Tujuh Helikopter Water Bombing Disiagakan

Mengantisipasi meningkatnya ancaman karhutla, dukungan operasi udara di Sumsel juga diperkuat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyetujui permintaan Pemprov Sumsel untuk menambah dua helikopter water bombing.

Dengan tambahan tersebut, total armada udara yang disiapkan untuk penanganan karhutla menjadi tujuh helikopter water bombing dan dua helikopter patroli.

Kalaksa BPBD Sumsel M Iqbal Alisyahbana mengatakan tambahan armada tersebut diharapkan membantu mempercepat penanganan kebakaran, khususnya di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

"Alhamdulillah BNPB akan menambah dua helikopter water bombing untuk penanganan karhutla saat puncak musim kemarau di Sumsel. Sehingga, nantinya akan ada tujuh helikopter water bombing dan dua patroli udara yang disiagakan," ujar Iqbal.

BPBD Sumsel bersama instansi terkait terus melakukan pemantauan dan penanganan titik kebakaran di sejumlah wilayah untuk mencegah meluasnya karhutla selama puncak musim kemarau.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia