Sumsel

Dokter RS Pusri yang Viral karena Komentar di Media Sosial Minta Maaf, Manajemen Siapkan Sanksi

Kurnia | 6 Agustus 2026, 18:12 WIB
Dokter RS Pusri yang Viral karena Komentar di Media Sosial Minta Maaf, Manajemen Siapkan Sanksi
Dokter RS Pusri yang Viral karena Komentar di Media Sosial Minta Maaf, Manajemen Siapkan Sanksi. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Polemik komentar seorang dokter yang bertugas di RS Pusri Palembang terhadap unggahan almarhum Yurizal Tri Chaerawan di media sosial terus menjadi sorotan publik. Setelah menuai kritik luas dari warganet, dokter tersebut akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

Dokter bernama Tamara Dewi Jasmine, yang menggunakan akun Threads @tamdjs, mengunggah video berisi permintaan maaf di akun media sosial pribadinya pada Kamis (6/8/2026).

Dalam video tersebut, Tamara mengakui bahwa komentar yang ia tulis merupakan pendapat pribadi dan tidak berkaitan dengan institusi tempatnya bekerja.

"Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya. Apa yang saya tulis murni berasal dari diri saya sendiri. Saya memohon maaf kepada keluarga, kerabat, rekan-rekan, serta institusi yang menaungi saya," ujarnya.

Baca Juga: Hilang Sepekan, Seorang Suami di Palembang Temukan Istrinya di Kamar Kos Bersama Pria Lain

Ia juga menyebut peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi dirinya agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial di masa mendatang.

Kasus ini turut mendapat perhatian dari manajemen RS Pusri Palembang. Pihak rumah sakit memastikan telah memanggil dokter yang bersangkutan untuk dimintai klarifikasi dan akan menjatuhkan sanksi sesuai aturan internal yang berlaku.

Humas RS Pusri Palembang, Diah Dwi Anugrah, menjelaskan bahwa Tamara merupakan dokter yang baru bergabung di rumah sakit tersebut sejak Mei 2026. Selain bertugas di RS Pusri, ia juga diketahui bekerja di salah satu klinik kesehatan di Palembang.

Menurut Diah, komentar yang viral di media sosial merupakan pendapat pribadi dan tidak mencerminkan sikap maupun kebijakan resmi rumah sakit.

"Komentar tersebut disampaikan melalui akun media sosial pribadi dan tidak mewakili sikap ataupun kebijakan RS Pusri, serta tidak berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada pasien," katanya dalam keterangan resmi.

Meski demikian, manajemen RS Pusri menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, khususnya kepada keluarga almarhum Yurizal Tri Chaerawan, atas kegaduhan yang ditimbulkan.

Sebagai bentuk tanggung jawab, rumah sakit juga menyatakan telah mengambil langkah internal dengan melakukan klarifikasi terhadap yang bersangkutan dan menyiapkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kasus ini bermula dari unggahan almarhum Yurizal Tri Chaerawan yang mengeluhkan lamanya antrean pelayanan rawat inap menggunakan BPJS di media sosial. Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai respons, termasuk komentar dari sejumlah akun yang diduga milik tenaga kesehatan.

Setelah kabar meninggalnya Yurizal beredar, komentar-komentar tersebut menjadi sorotan dan menuai kritik dari warganet karena dinilai tidak menunjukkan empati terhadap pasien.

Imbas polemik itu, akun media sosial dokter yang bersangkutan menjadi sasaran kritik. Tak hanya itu, halaman Google Review RS Pusri juga dipenuhi ulasan negatif dari sejumlah pengguna internet yang menyampaikan kekecewaannya terhadap insiden tersebut.

Hingga kini, pihak RS Pusri menegaskan komitmennya untuk menjaga profesionalisme, etika profesi, serta kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia