Hingga Oktober 2025, Lebih dari 33 Ribu Pasien Berobat ke RS Ernaldi Bahar Palembang, Dipicu Utama Narkoba dan Faktor Biologis

AKURAT.CO SUMSEL Jumlah kunjungan pasien dengan gangguan mental di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ernaldi Bahar Palembang sepanjang tahun 2025 tercatat sangat tinggi.
Data dari Januari hingga Oktober 2025 menunjukkan total lebih dari 33.000 pasien telah menerima layanan kesehatan jiwa.
Meskipun angkanya ribuan, Kepala Instalasi Humas dan Layanan Pengaduan RS Ernaldi Bahar, Iwan Andhiyanto, memastikan bahwa fluktuasi ini masih dalam kategori wajar dan belum dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).
"Untuk pasien ada ribuan, masih terbilang lumrah," ujar Iwan, Jumat (21/11/2025).
RS Ernaldi Bahar mencatat tingginya animo masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan jiwa. Hingga bulan Oktober 2025, total pasien yang ditangani mencapai 31.111 pasien rawat jalan dan 2.355 pasien rawat inap.
Iwan Andhiyanto menjelaskan, gangguan jiwa bukanlah masalah yang disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan gabungan kompleks antara faktor biologis, psikologis, dan lingkungan.
"Berdasarkan data kami, faktor biologis dan penyalahgunaan narkoba menjadi pemicu yang paling sering," tambahnya.
Faktor-faktor risiko lain yang juga berperan adalah kerentanan genetik yang bertemu dengan tekanan hidup atau pengalaman traumatis, ketidakseimbangan neurotransmiter, perubahan struktur otak, stres berat, trauma masa kecil, serta kondisi sosial ekonomi yang buruk.
Dengan tingginya angka kunjungan ini, masyarakat diimbau untuk lebih memperhatikan kesehatan mental, menghindari penyalahgunaan zat adiktif, dan segera mencari bantuan profesional jika mengalami gejala gangguan jiwa.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









