Sumsel

362 Kebakaran Terjadi di Palembang Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Pemicu Terbanyak

Kurnia | 31 Juli 2026, 16:00 WIB
362 Kebakaran Terjadi di Palembang Sepanjang 2026, Korsleting Listrik Jadi Pemicu Terbanyak
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kebakaran di Kota Palembang mengalami lonjakan signifikan sepanjang 2026.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Palembang mencatat sebanyak 362 kejadian kebakaran hingga akhir Juli 2026, meningkat sekitar 31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 277 kasus.

Peningkatan paling mencolok terjadi pada kebakaran rumah dan lahan. Data Damkarmat menunjukkan kebakaran rumah naik dari 92 kasus pada 2025 menjadi 122 kasus tahun ini.

Sementara kebakaran lahan melonjak tajam dari hanya 13 kejadian menjadi 59 kasus.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkarmat Kota Palembang, Rika Trisna, mengatakan gangguan instalasi listrik atau korsleting masih menjadi penyebab yang paling sering ditemukan dalam berbagai peristiwa kebakaran.

"Faktor yang paling banyak kami temukan masih didominasi masalah kelistrikan. Karena itu masyarakat perlu lebih waspada, terutama saat menggunakan peralatan elektronik di rumah," ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga: Diduga Dianiaya di Depan Kantor Lurah, Remaja Putri di Kertapati Alami Trauma dan Lapor ke Polisi

Selain kebakaran rumah dan lahan, Damkarmat juga mencatat tiga kebakaran gedung, enam kebakaran gudang, 24 kebakaran kendaraan, 58 kejadian kebakaran instalasi kelistrikan, serta 90 kejadian kebakaran kategori lainnya sepanjang 2026.

Empat Kecamatan Masuk Daerah Rawan

Damkarmat mengidentifikasi empat kecamatan yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran cukup tinggi, yakni Sematang Borang, Alang-Alang Lebar, Gandus, dan Sukarami.

Menurut Rika, tingginya risiko di wilayah tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari kepadatan permukiman, kondisi lingkungan, hingga aktivitas masyarakat.

Menghadapi puncak musim kemarau, Damkarmat telah menyiagakan seluruh personel dan armada selama 24 jam. Delapan pos pemadam yang tersebar di berbagai wilayah juga disiapkan untuk mempercepat penanganan ketika terjadi kebakaran.

"Kami menargetkan maksimal 15 menit setelah laporan diterima, petugas sudah tiba di lokasi untuk melakukan penanganan awal," katanya.

Warga Diimbau Periksa Instalasi Listrik

Di tengah meningkatnya angka kebakaran, Damkarmat mengingatkan masyarakat agar lebih mengutamakan langkah pencegahan.

Warga diminta rutin memeriksa kondisi instalasi listrik, menggunakan peralatan berstandar SNI, serta menghindari penggunaan colokan listrik secara berlebihan yang berpotensi memicu korsleting.

Selain itu, masyarakat juga diimbau mencabut steker perangkat elektronik yang tidak digunakan, memadamkan lilin setelah dipakai, menyimpan bahan bakar di tempat yang aman, serta membersihkan ranting maupun sampah kering yang mudah terbakar.

Sebagai langkah antisipasi, setiap rumah disarankan memiliki alat pemadam api ringan (APAR), memahami cara penanganan awal kebakaran, dan menyiapkan jalur evakuasi serta titik kumpul keluarga apabila terjadi keadaan darurat.

Damkarmat juga mengajak masyarakat untuk segera menghubungi layanan darurat 112 apabila melihat kebakaran atau kondisi yang berpotensi membahayakan.

"Laporan yang cepat sangat membantu petugas untuk mencegah api membesar sehingga kerugian bisa diminimalkan," tutup Rika.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia