Sumsel

Dua Hari Pencarian Berakhir, Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Enim Ditemukan Meninggal Dunia

Deny Wahyudi | 29 Juli 2026, 14:50 WIB
Dua Hari Pencarian Berakhir, Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Enim Ditemukan Meninggal Dunia
Dua Hari Pencarian Berakhir, Siswa SD yang Tenggelam di Sungai Enim Ditemukan Meninggal Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pencarian terhadap seorang siswa sekolah dasar yang tenggelam di Sungai Enim akhirnya membuahkan hasil. Setelah dilakukan penyisiran selama dua hari, Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada Selasa (28/7/2026) sore.

Korban diketahui bernama Gibran Farelio (12), yang sebelumnya dilaporkan tenggelam saat berada di Sungai Enim, tepatnya di wilayah Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 15.50 WIB.

Kepala Kantor Basarnas Palembang, Raymond Konstantin, mengatakan jasad korban ditemukan sekitar satu kilometer dari titik awal korban dilaporkan tenggelam.

"Korban ditemukan sekitar pukul 17.20 WIB dalam kondisi mengapung di tepi sungai, tepatnya di kawasan Lesehan Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul," ujar Raymond, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga: Deretan Mobil Terbaru Siap Meluncur di Pameran Otomotif Tebesar Indonesia GIIAS 2026

Begitu ditemukan, tim gabungan langsung mengevakuasi jenazah korban dan menyerahkannya kepada pihak keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Raymond menjelaskan, proses pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, BPBD, perangkat desa, serta masyarakat sekitar yang bersama-sama melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Enim.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi seluruh personel yang terlibat dalam operasi pencarian hingga korban berhasil ditemukan.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di sungai, terutama terhadap anak-anak yang rentan menjadi korban kecelakaan air.

"Kami mengimbau para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak. Jangan biarkan mereka mandi atau berenang di sungai tanpa pendampingan orang dewasa," tegas Raymond.

Basarnas mengingatkan bahwa arus sungai yang terlihat tenang belum tentu aman. Kondisi dasar sungai yang dalam, arus bawah yang kuat, serta minimnya perlengkapan keselamatan dapat meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia