Pengemudi Ketek di Sungai Musi Keluhkan Penurunan Penumpang Usai Libur Sekolah

AKURAT.CO SUMSEL Berakhirnya masa libur sekolah berdampak pada aktivitas transportasi sungai di Kota Palembang. Jumlah penumpang kapal ketek di Sungai Musi mulai menurun setelah sempat meningkat selama musim liburan, sehingga pendapatan para pengemudi ikut berkurang.
Salah seorang pengemudi ketek, Zulkifli, mengatakan kondisi penyeberangan saat ini tidak lagi seramai beberapa pekan lalu. Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang hanya terjadi ketika anak-anak masih menikmati libur sekolah.
"Kalau sekarang sudah sepi lagi. Waktu libur sekolah penumpang memang lebih banyak, tetapi setelah masuk sekolah kembali seperti biasa," ujarnya, Jumat (24/7/2026).
Pendapatan Harian Tidak Menentu
Zulkifli mengungkapkan penghasilan yang diperoleh setiap hari bergantung pada banyaknya penumpang dan tujuan perjalanan. Dalam kondisi normal, pendapatannya berkisar sekitar Rp100 ribu per hari, bahkan bisa lebih rendah jika penumpang sepi.
Menurutnya, musim liburan menjadi kesempatan bagi pengemudi ketek untuk memperoleh tambahan penghasilan karena banyak warga maupun wisatawan yang menyewa perahu untuk berkeliling Sungai Musi, termasuk menuju Pulau Kemaro.
Baca Juga: 35 Kilometer Tol Palembang–Betung Terkendala Kawasan Hutan, Pemprov Sumsel Bentuk Tim Percepatan
"Kalau ada yang sewa ke Pulau Kemaro atau wisata sungai, penghasilannya bisa lebih baik. Tapi sekarang perjalanan seperti itu sudah jarang," katanya.
Andalkan Penyeberangan Ulu–Ilir
Saat ini, pengemudi lebih banyak mengandalkan layanan penyeberangan harian antara kawasan Ilir dan Seberang Ulu. Tarif penyeberangan dipatok Rp5 ribu per penumpang.
Meski menjadi sumber pemasukan rutin, jumlah penumpang yang terbatas membuat pendapatan belum mampu menutupi penurunan perjalanan wisata maupun perjalanan jarak jauh yang biasanya memberikan keuntungan lebih besar.
Selain menghadapi penurunan jumlah penumpang, para pengemudi ketek juga mengaku mengalami kendala dalam memperoleh bahan bakar solar.
Zulkifli menyebut sistem pembelian menggunakan barcode dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan transportasi sungai.
Menurutnya, karakteristik operasional kapal ketek berbeda dengan kendaraan darat sehingga diperlukan kebijakan yang lebih sesuai agar para pengemudi tetap dapat menjalankan aktivitasnya.
Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait akses pembelian solar, sehingga transportasi tradisional di Sungai Musi tetap bisa beroperasi dan menjadi pilihan masyarakat untuk menyeberang maupun berwisata di kawasan sungai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









