Sumsel

Pengemudi Ketek di Sungai Musi Keluhkan Penurunan Penumpang Usai Libur Sekolah

Kurnia | 24 Juli 2026, 22:00 WIB
Pengemudi Ketek di Sungai Musi Keluhkan Penurunan Penumpang Usai Libur Sekolah
Pengemudi Ketek di Sungai Musi Keluhkan Penurunan Penumpang Usai Libur Sekolah

AKURAT.CO SUMSEL Berakhirnya masa libur sekolah berdampak pada aktivitas transportasi sungai di Kota Palembang. Jumlah penumpang kapal ketek di Sungai Musi mulai menurun setelah sempat meningkat selama musim liburan, sehingga pendapatan para pengemudi ikut berkurang.

Salah seorang pengemudi ketek, Zulkifli, mengatakan kondisi penyeberangan saat ini tidak lagi seramai beberapa pekan lalu. Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang hanya terjadi ketika anak-anak masih menikmati libur sekolah.

"Kalau sekarang sudah sepi lagi. Waktu libur sekolah penumpang memang lebih banyak, tetapi setelah masuk sekolah kembali seperti biasa," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Pendapatan Harian Tidak Menentu

Zulkifli mengungkapkan penghasilan yang diperoleh setiap hari bergantung pada banyaknya penumpang dan tujuan perjalanan. Dalam kondisi normal, pendapatannya berkisar sekitar Rp100 ribu per hari, bahkan bisa lebih rendah jika penumpang sepi.

Menurutnya, musim liburan menjadi kesempatan bagi pengemudi ketek untuk memperoleh tambahan penghasilan karena banyak warga maupun wisatawan yang menyewa perahu untuk berkeliling Sungai Musi, termasuk menuju Pulau Kemaro.

Baca Juga: 35 Kilometer Tol Palembang–Betung Terkendala Kawasan Hutan, Pemprov Sumsel Bentuk Tim Percepatan

"Kalau ada yang sewa ke Pulau Kemaro atau wisata sungai, penghasilannya bisa lebih baik. Tapi sekarang perjalanan seperti itu sudah jarang," katanya.

Andalkan Penyeberangan Ulu–Ilir

Saat ini, pengemudi lebih banyak mengandalkan layanan penyeberangan harian antara kawasan Ilir dan Seberang Ulu. Tarif penyeberangan dipatok Rp5 ribu per penumpang.

Meski menjadi sumber pemasukan rutin, jumlah penumpang yang terbatas membuat pendapatan belum mampu menutupi penurunan perjalanan wisata maupun perjalanan jarak jauh yang biasanya memberikan keuntungan lebih besar.

Selain menghadapi penurunan jumlah penumpang, para pengemudi ketek juga mengaku mengalami kendala dalam memperoleh bahan bakar solar.

Zulkifli menyebut sistem pembelian menggunakan barcode dinilai belum sepenuhnya mengakomodasi kebutuhan transportasi sungai.

Menurutnya, karakteristik operasional kapal ketek berbeda dengan kendaraan darat sehingga diperlukan kebijakan yang lebih sesuai agar para pengemudi tetap dapat menjalankan aktivitasnya.

Ia berharap pemerintah dapat memberikan solusi terkait akses pembelian solar, sehingga transportasi tradisional di Sungai Musi tetap bisa beroperasi dan menjadi pilihan masyarakat untuk menyeberang maupun berwisata di kawasan sungai.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia