Sumsel

Antisipasi Karhutla, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari

Kurnia | 21 Juli 2026, 20:00 WIB
Antisipasi Karhutla, Kemenhut Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Sumsel Selama 12 Hari
Karhutla di Sumsel.

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan dengan menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) selama 12 hari.

Program ini dilakukan untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah rawan kebakaran selama musim kemarau.

Operasi berlangsung mulai 19 hingga 30 Juli 2026 dengan pusat kegiatan di Pangkalan TNI AU Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan, Thomas Nifinluri, mengatakan pelaksanaan OMC merupakan langkah antisipatif menghadapi meningkatnya risiko karhutla akibat kondisi cuaca yang semakin kering.

Menurutnya, fenomena El Nino mempercepat terjadinya kekeringan meteorologis di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sumatera Selatan, sehingga meningkatkan potensi munculnya kebakaran hutan dan lahan.

"Pengendalian karhutla kini lebih mengedepankan langkah pencegahan. Salah satunya melalui modifikasi cuaca dengan memanfaatkan awan potensial untuk memicu hujan agar lahan tetap basah dan tidak mudah terbakar," ujar Thomas, Selasa (21/7/2026).

Selain membasahi lahan, hujan buatan juga ditujukan untuk menjaga tinggi muka air tanah (TMAT) di kawasan gambut tetap berada di atas batas kritis.

Air hujan yang dihasilkan diharapkan dapat mengisi waduk, embung, kanal, dan kolam retensi sebagai cadangan air untuk penanganan kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi.

Thomas menjelaskan, sebelum diterapkan di Sumatera Selatan, metode serupa telah dilaksanakan di Provinsi Riau pada April 2026 bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Dari hasil evaluasi, operasi tersebut berhasil meningkatkan curah hujan hingga 26,42 persen dibandingkan rata-rata historis dan mampu menekan kemunculan titik panas (hotspot).

Selama dua hari pertama pelaksanaan OMC di Sumsel, tim telah melaksanakan tiga kali penerbangan (sortie) untuk melakukan penyemaian awan.

Baca Juga: 10 Hari OMC di Sumsel, Ribuan Kilogram Garam Disebar untuk Basahi Gambut

Wilayah yang menjadi sasaran utama operasi meliputi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Banyuasin, dan Kota Palembang, berdasarkan hasil analisis pertumbuhan awan konvektif melalui citra radar cuaca.

"Laporan hasil pemantauan menunjukkan hujan mulai turun di sekitar area penyemaian, terutama di wilayah OKI. Ini menunjukkan potensi hujan masih dapat dioptimalkan meskipun kondisi cuaca secara umum cukup kering," jelas Thomas.

Ia menambahkan, keberhasilan operasi ini tidak lepas dari kerja sama berbagai pihak, mulai dari Kementerian Kehutanan, BMKG, TNI Angkatan Udara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), BPBD, hingga Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Thomas berharap koordinasi antarinstansi terus diperkuat selama operasi berlangsung agar proses penyemaian berjalan aman dan efektif.

"Sinergi seluruh pihak sangat penting, baik dalam menjaga keselamatan penerbangan maupun memastikan penyemaian dilakukan tepat sasaran, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap karhutla," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia