Sumsel

PT Pusri Dorong Kejayaan Kopi Arabika Kintamani Lewat Program Pendampingan Petani

Kurnia | 18 Juni 2026, 11:50 WIB
PT Pusri Dorong Kejayaan Kopi Arabika Kintamani Lewat Program Pendampingan Petani
PT Pusri Dorong Kejayaan Kopi Arabika Kintamani Lewat Program Pendampingan Petani

AKURAT.CO SUMSEL PT Pusri Palembang bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia terus memperkuat kolaborasi untuk mengembangkan kembali kejayaan Kopi Arabika Kintamani sebagai salah satu komoditas unggulan Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Panen Raya Komoditas Kopi di Desa Awan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.

Program ini menjadi bagian dari implementasi Makmur Agrosolution, sebuah program pendampingan pertanian terpadu yang fokus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Melalui program tersebut, petani mendapatkan dukungan mulai dari penyediaan sarana produksi pertanian, edukasi pemupukan berimbang, pendampingan teknis, hingga penguatan kapasitas dalam pengelolaan budidaya kopi secara berkelanjutan.

Kegiatan panen raya ini turut dihadiri perwakilan Kementerian Pertanian RI Dr. Drs. Jekvi Hendra perwakilan PT Pusri Palembang VP Pengelolaan Pelanggan Arman Zainuddin, perwakilan PT Pupuk Indonesia (Persero) Robin Radhian Lee, jajaran pemerintah daerah Bali, pengurus Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Kopi Arabika Kintamani, penyuluh pertanian, serta para petani kopi.

Baca Juga: Daftar Top Skor Sementara Piala Dunia 2026: Lionel Messi Memimpin Persaingan

Kopi Arabika Kintamani sendiri telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) sejak 2008. Status tersebut menjadi bukti bahwa kopi asal wilayah Kintamani memiliki karakteristik khas yang membedakannya dengan produk kopi lainnya.

Selain meningkatkan hasil produksi, kolaborasi ini juga bertujuan menjaga kualitas dan cita rasa khas Kopi Arabika Kintamani yang dikenal memiliki karakter rasa citrus serta telah mendapat pengakuan di pasar internasional.

Dr. Jekvi Hendra mengatakan, keberlanjutan kopi Kintamani harus dilakukan dengan menjaga kemurnian varietas yang sesuai dengan standar Indikasi Geografis.

"Varietas seperti Lini S 795, B1 atau Kopyol, USDA 762, Kartika, dan Kobra sudah terbukti menghasilkan karakter rasa khas Kopi Arabika Kintamani. Varietas ini perlu dipertahankan agar identitas dan kualitas kopi tetap terjaga," ujarnya.

Ia juga mendorong kelompok tani dan subak abian untuk mengembangkan sumber benih lokal dari tanaman unggul serta menjaga proses pengolahan kopi tetap berada di wilayah Kintamani.

Sementara itu, VP Pengelolaan Pelanggan PT Pusri Palembang Arman Zainuddin menyampaikan bahwa Program Makmur Agrosolution hadir untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus mempertahankan kualitas hasil pertanian.

"Kopi Arabika Kintamani merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi dengan reputasi yang baik. Melalui program ini, kami ingin membantu petani meningkatkan hasil panen tanpa menghilangkan karakter khas kopi Kintamani," kata Arman.

Pendampingan dilakukan melalui kegiatan demplot yang memperlihatkan penerapan teknik budidaya dan pemupukan berimbang mampu memberikan hasil yang lebih optimal.

Manfaat program tersebut juga dirasakan langsung oleh petani. Ketua Kelompok Tani Dapdap Putih Desa Awan, I Wayan Arsa, mengungkapkan produksi kopinya mengalami peningkatan setelah mengikuti pendampingan.

"Sebelumnya produksi kopi sekitar 1,5 ton. Setelah mengikuti demplot dan menerapkan rekomendasi yang diberikan, hasil meningkat menjadi sekitar 3 ton," ungkapnya.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan petani, PT Pusri optimistis Kopi Arabika Kintamani dapat terus berkembang menjadi komoditas unggulan nasional yang memiliki daya saing global sekaligus tetap mempertahankan warisan cita rasa khas Bali.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia