Sumsel

Kopi Tebat Benawa: Kolaborasi Pusri Dorong Pertanian Berkelanjutan di Kaki Gunung Dempo

Kurnia | 22 April 2026, 16:42 WIB
Kopi Tebat Benawa: Kolaborasi Pusri Dorong Pertanian Berkelanjutan di Kaki Gunung Dempo
Kopi Tebat Benawa: Kolaborasi Pusri Dorong Pertanian Berkelanjutan di Kaki Gunung Dempo

AKURAT.CO SUMSEL Upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani terus digencarkan melalui Program Kopi Tebat Benawa yang dijalankan di Desa Tebat Benawa, kawasan kaki Gunung Dempo.

Program ini menjadi salah satu inisiatif unggulan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Pusri Palembang dalam mengembangkan pertanian kopi berkelanjutan berbasis masyarakat.

Program tersebut melibatkan kelompok tani lokal dalam pengelolaan kebun kopi dengan pendekatan ramah lingkungan.

Sistem agroforestri menjadi metode utama yang diterapkan, di mana tanaman kopi ditanam berdampingan dengan pohon pelindung seperti petai, jengkol, dan berbagai tanaman buah.

Pola ini dinilai efektif menjaga kesuburan tanah serta meminimalkan risiko erosi di wilayah perbukitan.

Tak hanya fokus pada budidaya, peningkatan kualitas hasil panen juga menjadi perhatian. Petani didampingi untuk menerapkan metode petik merah, yakni memanen buah kopi yang telah matang sempurna.

Baca Juga: Pusri Perkuat Sinergi dengan Petani di Jambi, Dorong Ketahanan Pangan Nasional

Selain itu, proses pascapanen dilakukan secara lebih terstandar guna menghasilkan kopi dengan cita rasa yang konsisten dan karakter khas daerah.

Dari sisi ekonomi, program ini turut memperkuat kelembagaan petani melalui pembentukan kelompok tani yang lebih terorganisir.

Dengan sistem tersebut, posisi tawar petani meningkat dan ketergantungan terhadap rantai distribusi yang panjang dapat ditekan. Dampaknya, nilai jual kopi pun mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.

Sementara dari aspek lingkungan, petani juga dibekali keterampilan dalam mengolah limbah kulit kopi menjadi pupuk kompos.

Praktik ini dipadukan dengan penggunaan pupuk NPK Kopi produksi Pusri, sehingga menciptakan sistem ekonomi sirkular yang efisien dan berkelanjutan.

VP TJSL Pusri, Rahmawati, mengatakan program ini dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan.

“Program Kopi Tebat Benawa kami dorong sebagai program unggulan karena dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Harapannya, program ini terus berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang,” ujarnya.

Program ini juga tetap mengedepankan kearifan lokal masyarakat setempat yang selama ini berperan dalam menjaga kelestarian hutan. Dengan dukungan teknologi pengolahan yang lebih modern, keseimbangan antara tradisi dan inovasi dapat berjalan selaras.

Ke depan, Program Kopi Tebat Benawa diharapkan menjadi model pengembangan pertanian berkelanjutan yang bisa direplikasi di daerah lain.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia