Sumsel
HL Sumsel

Inflasi Palembang Naik Jadi 2,53 Persen, Pemkot Perketat Pengendalian Harga Pangan

Kurnia | 2 Juni 2026, 22:00 WIB
Inflasi Palembang Naik Jadi 2,53 Persen, Pemkot Perketat Pengendalian Harga Pangan
Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang merilis data terbaru indikator ekonomi makro.

Hasilnya, inflasi year-on-year (yoy) Kota Palembang pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,53 persen, meningkat dibanding bulan sebelumnya yang berada di angka 1,71 persen.

Rilis data tersebut disampaikan dalam kegiatan resmi di Lawang Jabo, Pemkot Palembang. Kenaikan inflasi ini menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena dipicu oleh lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Asisten II Setda Kota Palembang, Isnaini Madani, mengatakan kenaikan inflasi terutama disebabkan oleh meningkatnya harga komoditas bumbu dapur seperti cabai merah, bawang merah, dan tomat.

“Peningkatan inflasi Mei ini dipengaruhi kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan tomat. Selain itu ada faktor permintaan yang meningkat menjelang hari besar keagamaan dan libur nasional,” ujar Isnaini, Senin (1/6/2026).

Baca Juga: Jejak Sejarah Palembang Bakal Abadi di Perangko, Ampera hingga Prasasti Kedukan Bukit Jadi Ikon

Selain faktor domestik, tekanan harga juga dipengaruhi kondisi global, termasuk kenaikan harga minyak mentah dunia yang berdampak pada biaya distribusi dan harga barang kebutuhan pokok.

Isnaini menjelaskan, kenaikan harga energi turut memicu penyesuaian biaya logistik hingga harga kemasan pangan di pasaran.

Untuk menekan dampak inflasi, Pemkot Palembang bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) langsung mengoptimalkan strategi 4K, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kita terus memperkuat kerja sama antar daerah untuk menjaga pasokan dan menggelar pasar murah agar harga tetap stabil,” katanya.

Di sisi lain, Pemkot juga mencatat perkembangan positif pada sektor pariwisata. Berdasarkan data BPS, jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Palembang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren fluktuatif namun tetap tinggi.

Pada Februari 2026 tercatat 493.903 perjalanan, meningkat menjadi 640.640 perjalanan pada Maret 2026, sebelum kembali turun ke 529.423 perjalanan pada April 2026.

Menurut Isnaini, stabilitas harga pangan memiliki peran penting dalam mendukung kenyamanan sektor pariwisata di Kota Palembang.

“Pengendalian inflasi bukan hanya soal harga kebutuhan pokok, tetapi juga berdampak pada kenyamanan wisatawan yang datang ke Palembang,” ujarnya.

Pemkot Palembang menyatakan akan terus memperkuat sinergi dengan BPS, TPID, serta seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia