Belasan Hektare Lahan Terbakar di Sumsel, Alarm Dini Karhutla Mulai Berbunyi

AKURAT.CO SUMSEL Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menunjukkan peningkatan di Sumatera Selatan (Sumsel).
Dalam satu hari, belasan hektare lahan dilaporkan terbakar di sejumlah daerah, memaksa petugas mengerahkan helikopter water bombing untuk mencegah api meluas.
Kebakaran terjadi di beberapa kabupaten, antara lain Ogan Ilir, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Musi Rawas Utara (Muratara), Musi Banyuasin (Muba), hingga Banyuasin.
Meningkatnya jumlah titik panas (hotspot) dalam beberapa waktu terakhir menjadi sinyal awal yang perlu diwaspadai menjelang musim kemarau.
Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan upaya pemadaman dilakukan secara terpadu melalui jalur darat dan udara setelah titik-titik kebakaran terdeteksi melalui patroli udara.
“Pemadaman langsung dilakukan begitu lokasi kebakaran teridentifikasi agar api tidak berkembang menjadi lebih luas,” katanya, Sabtu (30/5/2026).
Dari sejumlah daerah terdampak, Kabupaten PALI menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar. Kebakaran yang terjadi di kawasan Abab dan Penukal Abab diperkirakan menghanguskan sekitar 4,5 hektare lahan.
Untuk mengendalikan api, tim udara melakukan puluhan kali penyiraman menggunakan helikopter water bombing hingga kebakaran berhasil dipadamkan.
Sementara itu, di Musi Banyuasin, kebakaran melanda wilayah Sungai Keruh dan Plakat Tinggi dengan luas lahan terbakar sekitar 3 hektare.
Di Musi Rawas Utara, sekitar 1 hektare lahan di Karang Dapo juga sempat terbakar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas.
Baca Juga: Viral Lagu ‘My Little Bolu Ketan’, Bahlil Lahadalia Cari Sosok Pembuatnya: Saya Penasaran Sekali
Selain kebakaran yang sudah terkonfirmasi, petugas juga mendeteksi kemunculan asap di beberapa lokasi lain.
Di Banyuasin, asap terlihat dari area persawahan, sedangkan di wilayah Sekayu, Musi Banyuasin, asap terpantau muncul dari lahan seluas sekitar 2 hektare.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa potensi karhutla masih cukup tinggi dan membutuhkan pengawasan ketat agar tidak berkembang menjadi kebakaran besar seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, tiga unit helikopter water bombing dikerahkan untuk membantu operasi pemadaman. Puluhan sorti penyiraman dilakukan guna mempercepat pengendalian api di berbagai titik.
BPBD Sumsel mengingatkan masyarakat serta perusahaan perkebunan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Praktik tersebut dinilai menjadi salah satu pemicu utama terjadinya kebakaran lahan saat kondisi cuaca mulai mengering.
Warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan perkebunan juga diminta segera melapor apabila menemukan asap atau titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 8Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








