Ekspor Melemah, Ekonomi Sumsel Tetap Tumbuh pada Triwulan Pertama Tahun 2026

AKURAT.CO SUMSEL Perekonomian Provinsi Sumatera Selatan pada triwulan I tahun 2026 mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,34 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya atau year on year (y-on-y).
Pertumbuhan ekonomi tersebut didorong kuat oleh meningkatnya belanja pemerintah serta konsumsi rumah tangga yang masih menjadi penopang utama aktivitas ekonomi masyarakat.
Berdasarkan data terbaru, komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 14,15 persen. Sementara Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT) tumbuh 4,97 persen.
Selain itu, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi tumbuh 4,20 persen, sedangkan Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (PK-LNPRT) meningkat 3,12 persen.
Meski demikian, sektor ekspor Sumsel masih mengalami tekanan cukup dalam. Ekspor barang dan jasa tercatat terkontraksi hingga 21,63 persen dibandingkan triwulan I tahun lalu.
Sementara impor barang dan jasa yang juga menjadi faktor pengurang dalam perhitungan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) turut mengalami kontraksi sebesar 25,49 persen.
Baca Juga: DPR Dukung Prabowo Sikat Oknum Aparat Pembeking Kejahatan: Pangkat Tinggi Tak Akan Dilindungi
Dari sisi struktur ekonomi, konsumsi rumah tangga masih menjadi tulang punggung utama perekonomian Sumsel dengan kontribusi mencapai 61,72 persen terhadap total PDRB.
Kemudian disusul investasi atau PMTB sebesar 30,09 persen, ekspor barang dan jasa 18,11 persen, konsumsi pemerintah 5,15 persen, serta konsumsi lembaga nonprofit sebesar 1,61 persen.
Sementara itu, secara kuartalan atau quarter to quarter (q-to-q), ekonomi Sumsel pada triwulan I-2026 tercatat mengalami kontraksi tipis sebesar 0,02 persen dibandingkan triwulan IV-2025.
Penurunan tersebut dipengaruhi turunnya konsumsi pemerintah yang terkontraksi hingga 32,83 persen, diikuti ekspor barang dan jasa sebesar 12,56 persen serta investasi sebesar 0,61 persen.
Di sisi lain, konsumsi rumah tangga masih tumbuh 0,66 persen dan konsumsi lembaga nonprofit naik 4,25 persen.
Kondisi ini menunjukkan daya beli masyarakat Sumsel masih relatif terjaga di tengah perlambatan aktivitas ekspor dan penyesuaian belanja pemerintah pada awal tahun 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









