Tak Hanya Lalu Lintas, Roda Ekonomi Warga pun Terancam Lumpuh Imbas Ambruknya Jembatan Muara Lawai di Lahat

AKURAT. CO SUMSEL - Ambruknya jembatan Muara Lawai yang menghubungkan Lahat dengan Muara Enim bukan hanya berdampak pada lumpuhnya lalu lintas.
Perekonomian warga di sekitar pun terancam lumpuh hingga merugi dalam jangka panjang.
Seperti diketahui, akses utama penghubung antarwilayah di Sumsel bagian barat terdampak akibat ambruknya Jembatan Muara Lawai di Kabupaten Lahat pada Minggu (29/6/2025) tengah malam.
Baca Juga: Video Wanita Diduga Korban Pencopetan di Monpera Palembang Viral, Polisi Belum Terima Laporan
Masyarakat Sudah Lama Dirugikan
Insiden ini seolah mengingatkan kembali masyarakat sekitar akan konflik kepentingan industri batu bara dengan akses publik.
Direktur Perkumpulan Sumsel Bersih, Bonifasius Ferdinandus Bangun mengatakan bahwa selama bertahun-tahun, masyarakat di wilayah Merapi Raya telah mengeluhkan dampak buruk aktivitas angkutan batu bara.
Baca Juga: 400 Ribu UMKM di Sumsel, Hanya 138 Ribu Punya NIB
Truk-truk tambang dan angkutan batu bara tak hanya membuat kemacetan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan, menghambat akses warga menuju fasilitas publik serta kerusakan infrastruktur.
Beberapa Infrastruktur Rusak karena Angkutan Batubara
Sepanjang tahun 2024 hingga 2025, sejumlah infrastruktur penting di Sumsel rusak akibat aktivitas angkutan tambang batu bara.
Baca Juga: Pencurian Motor Terekam CCTV di Depan Masjid Palembang
Jembatan Muara Lawai yang berada di Lahat bukanlah kejadian pertama.
Sebelumnya, ada jembatan Lalan di Banyuasin yang hancur akibat ditabrak tongkang batu bara.
Aktivitas Ekonomi Masyarakat Terganggu
Baca Juga: Dishub Palembang Desak Kemenhub Tindaklanjuti Usulan Penambahan Koridor Transmusi
Ambruknya jembatan Muara Lawai bukan kejadian yang terjadi tiba-tiba melainkan efek jangka panjang.
Selama bertahun-tahun, truk angkutan batu bara dengan kapasitas besar melintas hingga menyebabkan jalan dan jembatan di daerah tambang rusak.
Sementara di sisi lain, akibat jembatan ambruk tersebut juga membuat aktivitas ekonomi masyarakat setempat terganggu.
Baca Juga: Sidang Keempat Kasus Pembunuhan Tiga Polisi di Way Kanan Digelar di Pengadilan Militer Palembang
Angkutan Batubara Dihentikan Sementara
Saat ini, semua jenis angkutan batubara dilarang melintas di jalanan umum imbas ambruknya jembatan Muara Lawai di Lahat pada Minggu (29/06/2025).
Hal ini disampaikan oleh Dirlantas Polda Sumsel, Kombes Pol Maesa Soegriwo pada Senin (30/6/2025).
"Untuk sementara angkutan batubara yang akan melintas dihentikan terlebih dahulu di kantong-kantong parkir," terangnya. (*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









