Sumsel
HL Sumsel

10 Hari OMC di Sumsel, Ribuan Kilogram Garam Disebar untuk Basahi Gambut

Kurnia | 16 Mei 2026, 15:30 WIB
10 Hari OMC di Sumsel, Ribuan Kilogram Garam Disebar untuk Basahi Gambut

AKURAT.CO SUMSEL Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) resmi berakhir setelah berlangsung selama 10 hari, sejak 5 hingga 14 Mei 2026.

Dalam operasi tersebut, sebanyak 19 ton garam atau natrium klorida (NaCl) disemai di sejumlah wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan penyemaian garam difokuskan di wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir yang memiliki kawasan gambut cukup luas.

“OMC selama 10 hari telah selesai dilakukan. Total ada 19 ton NaCl yang disemai di wilayah Banyuasin, Muba, dan OKI,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Menurutnya, operasi tersebut dilakukan sebagai langkah mitigasi dini menghadapi musim kemarau yang mulai berlangsung di Sumsel.

Baca Juga: Dari 980 Ribu Petani, Baru 321 Ribu di Sumsel Terima Pupuk Subsidi

Wilayah sasaran dipilih karena dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran lahan, terutama di kawasan gambut.

Ia menjelaskan, penyemaian garam dilakukan untuk membantu pembentukan awan hujan sehingga curah hujan di daerah target dapat meningkat. Dengan begitu, kelembapan lahan tetap terjaga dan risiko munculnya titik panas dapat ditekan.

“Tujuannya untuk meningkatkan potensi hujan di daerah rawan karhutla agar lahan gambut tetap basah saat musim kemarau,” katanya.

BPBD Sumsel berharap pelaksanaan OMC dapat membantu mengurangi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau tahun ini. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan risiko bencana asap di Sumsel.

Sementara itu, Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Siswanto, menyebut operasi modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah penting dalam menghadapi ancaman karhutla di Sumsel yang setiap tahun rawan terjadi saat kemarau panjang.

“Penyemaian garam dilakukan untuk mempercepat pembentukan awan hujan sehingga kelembapan lahan tetap terjaga,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia