Sumsel
HL Sumsel

BI Prediksi Ekonomi Sumsel Melambat Jelang Idul Adha 2026

Kurnia | 9 Mei 2026, 15:00 WIB
BI Prediksi Ekonomi Sumsel Melambat Jelang Idul Adha 2026
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Sumatera Selatan akan mengalami perlambatan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Kondisi tersebut dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global yang berdampak pada aktivitas perdagangan dan stabilitas nilai tukar.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan perekonomian daerah masih tumbuh, namun laju pertumbuhannya mulai melambat di sejumlah sektor.

“Ekonomi Sumsel masih tumbuh, tetapi mayoritas pergerakannya melambat,” ujar Bambang.

Menurut dia, perlambatan dipicu oleh beberapa faktor, mulai dari melemahnya aktivitas perdagangan global, tekanan fiskal internasional, hingga pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Berdasarkan kurs Bank Indonesia per 4 Mei 2026, nilai jual dolar AS tercatat sebesar Rp17.564,89, sementara nilai beli berada di angka Rp17.291,11.

Meski menghadapi tekanan global, BI tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2026 dapat berada di kisaran 5,4 hingga 5,7 persen.

“Kita tetap optimistis pertumbuhan ekonomi bisa berada di atas 5 persen,” katanya.

Baca Juga: Banjir Muratara Belum Surut, Ribuan Rumah Terendam dan Lima Jembatan Putus

Bambang juga mengingatkan bahwa perlambatan ekonomi berpotensi memicu kenaikan harga sejumlah komoditas atau inflasi. Jika inflasi tidak terkendali dalam jangka panjang, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menekan daya beli masyarakat.

“Kalau inflasi terlalu tinggi dan berlangsung lama, itu bisa menghambat ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Sumsel pada kuartal I 2026 masih menunjukkan tren positif.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengatakan belanja pemerintah masih menjadi penopang utama ekonomi daerah di tengah tekanan ekonomi global.

“Belanja pemerintah tumbuh positif sebesar Rp2,91 triliun yang didorong oleh belanja modal dan belanja pegawai,” ujar Rahmadi.

Namun demikian, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) di Sumsel tercatat sebesar Rp6,59 triliun dan mengalami sedikit perlambatan akibat adanya penyesuaian alokasi anggaran nasional.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia