BMKG Ungkap Penyebab Hujan Deras di Palembang, Ternyata Tanda Musim Kemarau Makin Dekat

AKURAT.CO SUMSEL Palembang kembali diguyur hujan deras dalam beberapa hari terakhir. Meski sempat membuat warga khawatir akan cuaca ekstrem, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan kondisi tersebut masih tergolong normal.
Hujan yang turun secara tiba-tiba disertai petir justru disebut menjadi tanda khas masa peralihan dari musim hujan menuju musim kemarau.
Kepala Stasiun Klimatologi sekaligus Koordinator BMKG Provinsi Sumatera Selatan, Wandayantolis, mengatakan fenomena cuaca yang terjadi saat ini bukan anomali.
Menurutnya, fase transisi musim memang kerap memunculkan hujan lokal dengan intensitas cukup tinggi dalam waktu singkat, terutama pada sore hingga malam hari.
Baca Juga: Akun Instagram Ahmad Dhani Diretas, Tiga Orang Jadi Korban Penipuan hingga Rp60 Juta
“Ini merupakan karakteristik umum saat pancaroba. Hujan bisa datang mendadak dan sering disertai kilat maupun petir. Jadi masyarakat tidak perlu panik karena kondisi ini masih normal,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
Meski demikian, BMKG mengingatkan masyarakat agar mulai bersiap menghadapi musim kemarau yang diprediksi datang lebih cepat tahun ini.
BMKG memperkirakan awal musim kemarau di sebagian besar wilayah Sumatera Selatan akan dimulai pada akhir Mei hingga awal Juni 2026. Sementara itu, intensitas hujan diprediksi perlahan menurun dalam beberapa pekan ke depan.
“Curah hujan pada Mei diperkirakan mulai berkurang seiring berlangsungnya transisi musim. Walaupun hujan masih sering terjadi, persiapan menghadapi kemarau tetap harus dilakukan,” katanya.
Wandayantolis menjelaskan puncak musim kemarau di Sumsel, termasuk Kota Palembang, diprediksi terjadi pada Agustus 2026.
Hingga saat ini, kata dia, belum ada daerah di Sumatera Selatan yang secara resmi dinyatakan memasuki musim kemarau. Namun perubahan pola cuaca mulai terasa dengan suhu udara yang cenderung lebih panas saat siang hari dan hujan yang turun tidak merata.
BMKG juga mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang biasanya meningkat saat musim kemarau tiba.
Selain itu, warga diminta tetap berhati-hati terhadap cuaca ekstrem selama masa pancaroba, seperti angin kencang, petir, dan hujan lebat berdurasi singkat yang berpotensi menimbulkan genangan di sejumlah wilayah perkotaan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 7Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 8Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








