Kasus TBC di Sumsel Masih Tinggi, Penemuan Pasien Tembus 24 Ribu Sepanjang 2025

AKURAT.CO SUMSEL Penyakit tuberkulosis (TBC) masih menjadi tantangan kesehatan di Sumatera Selatan (Sumsel).
Meski demikian, upaya penemuan kasus yang terus diperkuat membuat jumlah pasien yang terdeteksi dan mendapatkan pengobatan juga meningkat signifikan.
Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 24.748 kasus TBC yang berhasil ditemukan dan diobati.
Cakupan pengobatan atau treatment coverage mencapai 65,34 persen dari estimasi kasus yang ada.
Sementara itu, hingga Maret 2026, sudah ditemukan 3.148 kasus TBC dengan cakupan sementara 9,68 persen.
Angka ini diperkirakan masih akan terus bertambah seiring masifnya kegiatan deteksi dini di berbagai wilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumsel, Ira Primadesa, mengatakan peningkatan temuan kasus justru menunjukkan sistem deteksi berjalan lebih baik.
Baca Juga: Misteri Mayat di Sungai Musi Terungkap, Korban Mahasiswa Asal Talang Kelapa
“Ini menunjukkan upaya penemuan kasus semakin kuat, sehingga pasien bisa lebih cepat ditemukan dan segera diobati,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia menjelaskan, kasus TBC paling banyak ditemukan di daerah dengan jumlah penduduk besar dan mobilitas tinggi, seperti Kota Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Muara Enim.
Menurutnya, penyebaran TBC dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kondisi lingkungan, kontak erat dengan pasien, penyakit penyerta seperti diabetes, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
“Faktornya bersifat multifaktor, tidak hanya satu penyebab saja,” jelasnya.
Untuk mempercepat penemuan kasus, Dinkes Sumsel terus memperluas strategi Active Case Finding (ACF) di tingkat komunitas serta memperkuat pelacakan kontak terhadap pasien yang terkonfirmasi TBC.
Selain itu, kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat juga terus didorong untuk mendukung target eliminasi TBC secara nasional.
Sebaran Kasus di Daerah
Sejumlah daerah di Sumsel mencatat temuan kasus dengan tingkat cakupan yang berbeda-beda.
Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, disusul Banyuasin, OKI, Muara Enim, dan Musi Banyuasin.
Sementara beberapa daerah lain seperti Ogan Komering Ulu Timur, OKU Selatan, dan Lahat masih mencatat cakupan penemuan di bawah 10 persen, sehingga menjadi perhatian dalam upaya peningkatan deteksi kasus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 18 Agustus 2026: Ada yang Berpeluang Dapat Rezeki dan Kabar Baik
- 5Cara Mencairkan Bansos PKH dan BPNT Agustus 2026 Lewat Bank dan Kantor Pos
- 6Bianca Alessia Christabella Lantang, Putri Sulawesi Utara yang Dipercaya Membawa Baki Bendera Pusaka
- 7Apakah Hari Ini 18 Agustus 2026 Libur? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 8Update Terbaru Harga Emas Perhiasan Palembang, Naik atau Turun?
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








