Harga Perak Antam Anjlok, Saatnya Investor Masuk atau Waspada?

AKURAT.CO SUMSEL Harga perak produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan tajam pada Selasa, 7 April 2026, memicu perhatian pelaku pasar.
Di tengah gejolak ekonomi global, momen ini memunculkan pertanyaan penting: apakah ini sinyal bahaya atau justru peluang emas bagi investor?
Pada perdagangan terbaru, harga perak Antam turun Rp750 menjadi Rp45.450 per gram, dari sebelumnya Rp46.200.
Koreksi ini terjadi seiring dengan tekanan di pasar global, di mana harga perak sempat melemah sebelum akhirnya menunjukkan tanda pemulihan tipis.
Baca Juga: Susu UHT Langka di Sumsel, Pelaku UMKM F&B Tertekan
Di pasar internasional, harga perak sempat turun ke kisaran US$72,9 per troy ons, sebelum kembali menguat tipis ke level US$73. Pergerakan yang fluktuatif ini mencerminkan tarik-menarik antara sentimen negatif dan optimisme pasar.
Salah satu faktor utama yang menekan harga adalah penguatan dolar AS. Ketika dolar menguat, komoditas seperti perak menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga permintaan cenderung menurun.
Selain itu, ekspektasi kebijakan suku bunga oleh Federal Reserve juga ikut memainkan peran penting dalam membentuk arah pasar.
Namun, tidak semua sinyal menunjukkan pelemahan. Dalam jangka menengah, perak masih didukung oleh permintaan industri yang tinggi terutama dari sektor teknologi dan energi terbarukan serta potensi defisit pasokan global.
Faktor-faktor ini bisa menjadi katalis rebound harga dalam waktu mendatang.
Menariknya, tren perak justru berlawanan dengan emas. Harga emas Antam tercatat melonjak hingga Rp2.850.000 per gram, mempertegas perannya sebagai aset safe-haven di tengah ketidakpastian.
Perbedaan arah ini menunjukkan bahwa investor saat ini cenderung mencari keamanan dibanding spekulasi.
Di sisi lain, Antam terus menawarkan berbagai pilihan produk perak, mulai dari butiran murni hingga batangan bersertifikat internasional dari London Bullion Market Association (LBMA).
Sertifikasi ini menjamin kualitas sekaligus mempermudah likuiditas di pasar global.
Bagi investor, kondisi saat ini bisa menjadi momentum strategis. Harga yang terkoreksi membuka peluang akumulasi, namun tetap perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap dinamika global yang masih belum stabil.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Daftar Tuntutan Demo Mahasiswa di Jakarta Hari Ini: Harga BBM, MBG dan KDMP Jadi Sorotan Utama
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun




