Sumsel

Produksi 20 Ton Telur per Hari, Peternakan Banyuasin Siap Dukung Program MBG

Kurnia | 13 Agustus 2026, 13:57 WIB
Produksi 20 Ton Telur per Hari, Peternakan Banyuasin Siap Dukung Program MBG
Produksi 20 Ton Telur per Hari, Peternakan Banyuasin Siap Dukung Program MBG

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan sektor peternakan di daerah tersebut siap mendukung kebutuhan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Herman Deru mengatakan kapasitas produksi tersebut menjadi salah satu kekuatan Sumsel dalam memenuhi kebutuhan telur untuk pelaksanaan Program MBG tanpa mengurangi pasokan bagi masyarakat.

"Produksi telur dari peternakan ini mencapai 16 sampai 20 ton per hari. Dengan kapasitas tersebut, kebutuhan Program MBG dapat didukung tanpa mengganggu konsumsi rumah tangga," kata Herman Deru.

Menurut dia, PT Banyuasin Mukut Inti termasuk salah satu peternakan ayam petelur dengan kapasitas produksi besar di Sumatera Selatan. Keberadaan peternakan tersebut dinilai turut menjaga ketersediaan telur sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Herman Deru juga menyinggung perkembangan perusahaan tersebut sejak mulai beroperasi. Ia mengatakan pemerintah daerah telah memberikan perhatian terhadap pengembangan usaha peternakan itu sejak beberapa tahun lalu.

Peternakan ayam petelur PT Banyuasin Mukut Inti sebelumnya diresmikan pada 2022. Setelah beberapa tahun beroperasi, kapasitas produksinya terus berkembang dan kini menjadi salah satu pemasok telur dalam jumlah besar di Sumsel.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Ekosistem Motor Listrik Nasional di Cikarang Hari Ini

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, lanjut Herman Deru, akan terus mendorong investasi dan pengembangan sektor peternakan. Selain memenuhi kebutuhan pangan, sektor tersebut juga dinilai mampu menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan rantai ekonomi masyarakat.

"Peternakan seperti ini bukan hanya menghasilkan pangan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan aktivitas rantai pasok," ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia