Konflik AS-Iran Mereda, Pemerintah Berpeluang Punya Ruang Fiskal Lebih Longgar

AKURAT.CO SUMSEL Meredanya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi membawa dampak positif bagi kondisi keuangan negara.
Pemerintah menilai situasi tersebut dapat membuka ruang fiskal yang lebih besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), terutama melalui berkurangnya beban subsidi energi.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan pemerintah sebelumnya telah mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga energi dunia dengan menyiapkan alokasi anggaran untuk subsidi.
Namun jika kondisi global semakin kondusif dan harga energi kembali stabil, kebutuhan subsidi diperkirakan akan menurun. Kondisi ini memungkinkan pemerintah memiliki ruang yang lebih leluasa untuk mendanai berbagai program prioritas nasional.
"Kami sebelumnya sudah mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi kebutuhan subsidi energi. Jika tekanan harga energi berkurang, tentu beban subsidi juga bisa menurun," ujar Purbaya, Selasa (16/6/2026).
Menurutnya, penurunan kebutuhan subsidi akan memberikan fleksibilitas lebih besar dalam pengelolaan APBN.
Dana yang sebelumnya disiapkan untuk mengantisipasi gejolak harga energi dapat dialihkan untuk mendukung program-program strategis yang menjadi prioritas pemerintah.
Baca Juga: Kepergok Curi Motor, Pria 50 Tahun Tembak dan Tusuk Korban Sebelum Diamuk Massa
Purbaya menjelaskan, pemerintah masih terus memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil keputusan terkait penyesuaian kebijakan fiskal.
"Kita akan melihat perkembangan yang terjadi terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan penyesuaian sesuai kebutuhan dan kondisi yang ada," katanya.
Ia menegaskan bahwa kondisi geopolitik internasional memiliki pengaruh langsung terhadap stabilitas fiskal nasional.
Ketika konflik di kawasan penghasil energi meningkat, harga minyak dunia biasanya ikut terdorong naik. Situasi tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan subsidi energi yang harus ditanggung negara.
Sebaliknya, apabila tensi geopolitik mereda, harga energi cenderung lebih terkendali sehingga tekanan terhadap belanja negara dapat berkurang.
Meski peluang ruang fiskal lebih longgar mulai terlihat, Kementerian Keuangan belum berencana melakukan perubahan terhadap postur APBN dalam waktu dekat. Pemerintah memilih menunggu perkembangan lebih lanjut guna memastikan dampak nyata terhadap perekonomian nasional.
Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap APBN tetap mampu beradaptasi terhadap dinamika global sekaligus menjaga kesinambungan pembiayaan berbagai program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pengelolaan fiskal yang fleksibel dinilai menjadi kunci agar pemerintah dapat merespons perubahan ekonomi dunia tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Jadwal Pencairan Bansos Tahap 3 Agustus 2026: PKH, BPNT, BLT Kesra Rp900.000
- 2Apakah Besok 18 Agustus 2026 Libur Cuti Bersama HUT RI ke 81? Cek Ketentuan Resmi SKB 3 Menteri
- 3Pelajar 15 Tahun Dikeroyok hingga Dibacok di Palembang, Pelaku Disebut dari 5 Sekolah
- 4PKH Tahap 3 Cair Agustus 2026, Cek Penerima Cukup Pakai NIK KTP
- 5Jadwal Festival Perahu Bidar Tradisional 2026 di Plaza 7 Ulu Palembang
- 6Daftar Wilayah Terdampak Pemadaman Listrik PLN Palembang Sabtu 15 Agustus 2026
- 7Balasan Menohok Iran Usai Trump Nyatakan Bakal Deklarasikan Selat Hormuz Milik AS
- 8Video Pengeroyokan Pelajar Beredar, Polisi Cek TKP di Demang Lebar Daun Palembang
- 95.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu
- 10Kata BMKG Soal Narasi Musim Kemarau 2026 Akan Jadi yang Terparah Sepanjang 30 Tahun








