Sumsel

AS Siapkan 3.000 Pasukan Elite ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Kian Meningkat

Kurnia | 25 Maret 2026, 12:00 WIB
AS Siapkan 3.000 Pasukan Elite ke Timur Tengah, Ketegangan dengan Iran Kian Meningkat
Ilustrasi pasukan khusus AS. (ist)

AKURAT.CO SUMSEL Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon dilaporkan tengah menyiapkan pengerahan ribuan pasukan elite ke kawasan Timur Tengah di tengah meningkatnya konflik dengan Iran.

Langkah ini disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat operasi militer Amerika Serikat yang masih berlangsung sejak akhir Februari 2026.

Media The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan, satu brigade tempur dari Divisi Lintas Udara ke-82 akan segera dikerahkan.

Brigade tersebut terdiri dari sekitar 3.000 personel yang dikenal memiliki kemampuan tempur cepat, termasuk operasi serangan melalui udara.

Laporan serupa juga disampaikan Reuters, yang menyebut jumlah pasukan tambahan yang akan dikirim berkisar antara 3.000 hingga 4.000 personel.

Divisi Lintas Udara ke-82 merupakan salah satu unit paling siap tempur milik Angkatan Darat AS. Pasukan ini dapat dikerahkan dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan 18 jam setelah perintah diberikan.

Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Percintaan Hari Ini, Aries Penuh Semangat, Scorpio Makin Romantis

Unit ini memiliki spesialisasi dalam operasi lintas udara, termasuk penerjunan pasukan ke wilayah konflik untuk mendukung misi militer secara cepat dan strategis.

Meski pengerahan pasukan tengah disiapkan, pejabat AS menegaskan belum ada keputusan untuk mengirimkan pasukan darat langsung ke wilayah Iran.

Penambahan pasukan disebut lebih difokuskan untuk memperkuat kesiapan militer dan membuka opsi operasi lanjutan jika diperlukan.

Sejumlah skenario yang sedang dipertimbangkan termasuk pengamanan jalur vital seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama distribusi minyak dunia.

Ketegangan antara AS dan Iran meningkat sejak konflik pecah pada 28 Februari 2026. Sejak saat itu, militer AS dilaporkan telah menyerang ribuan target di wilayah Iran.

Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan ke sejumlah negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS. Serangan tersebut menyebabkan korban di pihak militer Amerika.

Hingga kini, Pentagon belum memberikan rincian lebih lanjut terkait lokasi penempatan maupun waktu pasti pengerahan pasukan.

Sementara itu, pihak Gedung Putih menyatakan bahwa pengumuman resmi terkait pergerakan militer akan disampaikan langsung oleh Pentagon.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia