Blak Blakan Ahok di Sidang Korupsi Pertamina, Bantah Tuduhan Intervensi Riza Chalid hingga Minta Jokowi Diperiksa

AKURAT. CO SUMSEL - Penyelidikan kasus korupsi tata kelola minyak mentah PT Pertamina Patra Niaga hingga kini masih terus bergulir.
Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menjadi salah satu saksi kasus tersebut.
Ahok yang pernah menjabat sebagai Komisaris Utama (Komut) Pertamina turut dihadirkan dalam sidang yang digelar di PN Jakarta Pusat pada Selasa (27/1/2026).
Sidang pada hari itu digelar untuk sembilan terdakwa, salah satunya yakni Beneficial Owner PT Orbit Terminal Merak, Muhammad Kerry Adrianto Riza yang merupakan anak dari Riza Chalid.
Dalam sidang tersebut, Ahok secara terang-terangan mengungkapkan bebeberapa kesaksian yang cukup mengejutkan, berikut rangkumannya:
1. Minta Jokowi Diperiksa
Baca Juga: Emas Perhiasan Palembang Melonjak Tajam Mendekati Rp17 Juta per Suku
Ahok secara terang-terangan meminta Jokowi yang merupakan presiden kala itu diperiksa lantaran telah mencopot Djoko Priyono dan Mas'ud Khamid.
Keduanya merupakan mantan direksi di salah satu anak perusahaan Pertamina.
Jaksa sempat menanyakan apakah ada kesalahan yang dilakukan oleh Djoko dan Mas'ud sehingga dicopot dari jabatannya kala itu.
Menjawab hal tersebut, Ahok bersaksi keduanya adalah dirut hebat yang dimiliki Pertamina karena mau bekerja untuk produksi kilang.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu bahkan menyebut Djoko sebagai 'orang kilang' karena banyak membantu memberi tahunya tentang kelemahan kilang selama Ahok menjabat sebagai pengawas di perusahaan tersebut.
Oleh karenanya, Ahok mengaku menangis saat mengetahui informasi bahwa Djoko dicopot.
Baca Juga: Penyebab Perut Cepat Kenyang dan Mudah Lapar serta Cara Mengatasinya
“Ini orang terbaik Pak Djoko itu, makanya saya tulis dicopot. Makanya saya selalu bilang sama Pak Jaksa, kenapa saya mau laporin ke Jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot?” ujar Ahok dalam sidang.
2. Tak Sejalan dengan Jokowi
Jaksa juga menanyakan apakah Ahok berhenti atau mengundurkan diri dari jabatannya kala itu.
Baca Juga: Prabowo Bahas Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris, Fokus Pengembangan SDM Unggul
Ahok pun menjawab mengundurkan diri dengan alasan tidak satu pandangan atau sejalan dengan Jokowi yang saat itu menjabat sebagai Presiden.
Lebih lanjut, Ahok juga menyebut Jokowi pernah menolak sejumlah usul yang dia sampaikan termasuk soal subsidi dan procurement yang tidak dijalankan.
Ahok mengatakan, ia seharusnya mengundurkan diri pada akhir Desember 2023 usai menyelesaikan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2024.
Baca Juga: 5 Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini: Siapa yang Bakal Dapat Kejutan Romantis?
Namun, pengesahan RKAP 2024 melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) oleh Menteri BUMN baru dilakukan pada Januari, sehingga ia baru mengundurkan diri setelah pengesahan tersebut.
3. Kondisi Pertamina yang Merugi
Sebelum mundur, Ahok menyatakan bahwa kondisi Pertamina justru berdarah-darah di bawah kepemimpinannya.
Baca Juga: Rupiah Menguat, Kenali 5 Penyebabnya dan Dampaknya untuk Ekonomi Indonesia
Meski Pertamina menguasai pasar migas, pergerakan uang alias cash flow di perusahaan justru tidak mendapatkan untung.
Ahok mengatakan, kondisi kerugian yang dialami Pertamina ini disebabkan pemerintah meminta agar barang subsidi tidak boleh dinaikkan.
Oleh sebab itu, Pertamina kerap meminjam dana untuk menutupi kerugian perusahaan.
Baca Juga: Sumsel Diguyur Hujan Sepekan Imbas Kemunculan MJO, Masyarakat Diimbau Waspada Banjir dan Longsor
4. Bantah Tuduhan Diintervensi Riza Chalid
Dalam sidang tersebut, Ahok juga membantah tudingan yang menyebut dirinya diintervensi oleh pengusaha minyak Riza Chalid.
Politikus dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) itu mengaku baru mengetahui isu intervensi itu di pemberitaan media massa atau media sosial.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









