Sumsel

Bupati Aceh Utara Menangis Minta Bantuan Presiden, Tak Sanggup Lagi Tangani Dampak Bencana

St Shofia Munawaroh | 4 Desember 2025, 21:11 WIB
Bupati Aceh Utara Menangis Minta Bantuan Presiden, Tak Sanggup Lagi Tangani Dampak Bencana

AKURAT. CO SUMSEL - Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil menangis meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto segera memberikan bantuan untuk penanganan banjir yang melanda Kabupaten Aceh Utara.

Momen memilukan tersebut viral di media sosial dan juga media berita nasional. Dalam rekaman video tersebut, Ismail mengungkapkan betapa kritisnya kondisi di lapangan, khususnya kondisi warganya yang sangat memprihatinkan.

Tak hanya rakyat yang kelaparan, jenazah-jenazah korban banjir akibat banjir yang melanda Aceh Utara sejak 22 November 2025 lalu juga belum diambil.

Baca Juga: Jaga Ritme dan Kebugaran, Sumsel United Siapkan Sejumlah Uji Coba untuk Jeda Kompetisi Liga 2

Dengan suara bergetar menahan isak tangis, Ismail meminta agar pemerintah pusat dan seluruh rakyat Indonesia turut membantu proses penanganan banjir di Aceh Utara. 

Korban Meninggal Terus Bertambah

Banjir di Aceh Utara dimulai pada 22 November 2025.

Baca Juga: Faktor Ekonomi dan Pendidikan Jadi PR Utama, Pemprov Sumsel Gencarkan Upaya Tekan Angka Kekerasan

Beberapa titik banjir masih terisolasi dan sulit dijangkau hingga kini.

Data sementara menunjukkan, 121 orang meninggal dan 109 orang lainnya masih hilang per Rabu (3/12/2025) pukul 12.00 WIB. 

Keterbatasan Dana dan Infrastruktur Daerah

Baca Juga: Deretan Daftar Barang Bukti Pembunuhan Bos Kemplang di Palembang

Dalam video yang beredar, Ismail juga menekankan bahwa dana darurat daerahnya sangat terbatas dan telah habis digunakan untuk membeli bahan bantuan.

Ismail bahkan mengaku sudah mengerahkan semua kekuatan daerah untuk penanganan banjir ini, namun tetap tidak mampu menjangkau seluruh wilayah. 

Minta Helikopter untuk Distribusi Bantuan

Baca Juga: Bersembunyi di Masjid, Pengakuan Dingin Pelaku Pembunuhan Bos Kerupuk di Palembang

Ismail mengatakan, pihaknya telah meminta bantuan hslikopter untuk mendistribusikan bantuan ke daerah pedalaman.

Namun, hingga Rabu (3/12/2025), permintaan tersebut belum terealisasikan.

Sementara itu, Koordinator BNPB untuk Kabupaten Aceh Utara, Robi, memastikan bahwa distribusi bantuan menggunakan helikopter sudah masuk dalam agenda operasi.

Baca Juga: Terdakwa Haji Halim Didakwa Berlapis Tiga Pasal dalam Kasus Tol Betung–Tempino, Rugikan Negara Rp127 Miliar

Lebih lanjut, Robi mengatakan bahwa pendistribusian bantuan sudah terjadwal dalam operasi BNPB dari Banda Aceh.

Terkait kepastian jadwal, Robi mengatakan itu disesuaikan dengan rute helikopter. (*) 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.